Mandiri Investasi Targetkan Dana Kelolaan ETF Emas XMES Capai Rp1 Triliun

PT Mandiri Manajemen Investasi atau Mandiri Investasi membidik dana kelolaan Reksa Dana Syariah Mandiri ETF Emas dengan kode XMES mencapai Rp1 triliun dalam jangka panjang. Perseroan memasang target tersebut seiring meningkatnya minat investor terhadap emas melalui pasar modal.

Mandiri Investasi Meluncurkan XMES di Bursa Efek Indonesia

Mandiri Investasi mulai memperdagangkan XMES di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026. Peluncuran tersebut menjadikan XMES sebagai salah satu dari lima ETF emas yang tercatat di BEI.

Direktur Investasi Mandiri Investasi Ernawan R. Salimsyah mengatakan perseroan akan mengejar target AUM Rp1 triliun secara bertahap. Menurutnya, Mandiri Investasi ingin membangun pertumbuhan XMES secara sehat sekaligus meningkatkan pemahaman investor mengenai fungsi emas dalam portofolio.

Peluncuran XMES juga berlangsung dalam seremoni pembukaan perdagangan untuk memperingati 49 tahun pengaktifan kembali pasar modal Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta pimpinan BEI, KPEI, dan KSEI turut menghadiri acara tersebut.

XMES Menggunakan Emas Fisik sebagai Aset Dasar

Mandiri Investasi menggunakan emas fisik sebagai underlying asset XMES. Produk tersebut mensyaratkan tingkat kemurnian minimum 99,9% untuk emas bersertifikasi SNI atau 99,5% untuk emas berstandar internasional LBMA Certified.

Mandiri Investasi menempatkan sedikitnya 95% dari nilai aktiva bersih pada emas fisik. Sementara itu, perseroan mengalokasikan maksimal 5% pada instrumen pasar uang syariah, deposito syariah, dan kas atau setara kas sesuai ketentuan.

Pengelolaan XMES melibatkan Deutsche Bank A.G. Cabang Jakarta sebagai Bank Kustodian, PT Mandiri Sekuritas sebagai Dealer Partisipan, serta PT Pegadaian sebagai Penyedia dan Penyimpan Emas.

Mandiri Investasi Memperluas Akses Investasi Emas Syariah

Direktur Utama Mandiri Investasi Hardiyanto Pilia mengatakan XMES membantu perseroan merespons perubahan preferensi investor. Menurutnya, instrumen tersebut memberikan akses investasi emas melalui mekanisme pasar modal yang lebih efisien dan transparan.

Investor dapat memperdagangkan unit XMES di pasar sekunder melalui mekanisme seperti perdagangan saham. Dengan mekanisme tersebut, investor tidak perlu mengelola penyimpanan emas fisik secara langsung.

Mandiri Investasi juga mengelola XMES berdasarkan prinsip syariah sesuai Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VII/2025.

Permintaan Emas Global Menguat dan Menopang Prospek XMES

Mandiri Investasi menilai emas tetap relevan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Kajian perseroan per 30 Juni 2026 menunjukkan emas mencatatkan imbal hasil sekitar 9,9% per tahun dalam 20 tahun terakhir dan sekitar 18% per tahun dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, permintaan investasi emas global meningkat 84% menjadi 2.175 ton pada 2025. Pada saat yang sama, produksi tambang emas hanya tumbuh kurang dari 1% per tahun selama satu dekade terakhir.

Kondisi tersebut memperlihatkan adanya pertumbuhan permintaan di tengah keterbatasan pasokan. Karena itu, Mandiri Investasi melihat emas tetap memiliki peran dalam membantu investor menyeimbangkan portofolio, terutama untuk strategi investasi jangka panjang.

 

Previous Post Next Post