Pemerintah RI Kaji Insentif Pajak untuk Pacu Investasi ETF Emas

Pemerintah Indonesia mengkaji insentif pajak untuk transaksi Exchange Traded Fund (ETF) emas guna memperkuat investasi dan memperdalam pasar modal nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri peluncuran ETF emas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026). Pemerintah ingin menyamakan perlakuan pajak ETF emas dengan instrumen investasi lain yang sudah diperdagangkan di bursa.

Airlangga Koordinasikan Kajian PPN dan PPh 22 ETF Emas

Airlangga mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung dan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto untuk membahas kemungkinan keringanan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat mendorong peningkatan transaksi ETF emas karena investor memperoleh perlakuan perpajakan yang lebih setara dengan portofolio investasi lainnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah menetapkan Electronic Gold Receipt (EGR) sebagai efek yang dapat masuk dalam portofolio ETF emas. Kebijakan itu membuka ruang bagi instrumen berbasis emas untuk berkembang dalam ekosistem pasar modal Indonesia.

Pemerintah Ingin Mengejar Nilai Transaksi ETF Emas India

Airlangga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan transaksi ETF emas. Ia menyebut nilai transaksi ETF emas secara global mencapai US$4.047 miliar, sedangkan India mencatat sekitar US$17,5 miliar.

Pemerintah menilai Indonesia memiliki modal kuat untuk mengejar angka tersebut. Salah satunya berasal dari kepemilikan emas melalui PT Pegadaian yang mencapai sekitar 153 ton dengan nilai yang disebut mencapai US$20 miliar.

Karena itu, pemerintah berharap pengembangan ETF emas dapat mempercepat pendalaman pasar sekaligus memperkuat ekosistem investasi emas nasional.

ETF Emas Perluas Akses Investasi dan Likuiditas Pasar

Selain meningkatkan transaksi, pemerintah melihat ETF emas dapat memperluas akses lembaga pengelola dana asuransi terhadap aset emas atau bullion.

Airlangga juga menilai produk tersebut mampu menghubungkan manajer investasi, kustodian, bank bullion, dealer, dan BEI dalam satu ekosistem. Dengan demikian, ETF emas tidak hanya menambah pilihan investasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan likuiditas pasar emas Indonesia.

Meta description:

Focus keyphrase:

Slug:

Previous Post Next Post