Harga Emas 2026 Berpeluang Tembus US$5.200 saat Dolar AS Melemah
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan hingga menembus US$5.200 per troy ounce pada kuartal III/2026. Pelemahan dolar AS, potensi penurunan suku bunga The Federal Reserve, serta tingginya permintaan bank sentral global menjadi katalis utama kenaikan tersebut.
Pada Selasa (11/8/2026) pukul 08.23 WIB, harga emas spot naik 0,59% menjadi US$4.451,80 per troy ounce. Dalam sebulan terakhir, harga emas telah menguat 7,11%, sedangkan secara year-to-date mencatat kenaikan 2,13%.
Pelemahan Dolar AS Mendorong Harga Emas Naik
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menilai harga emas masih memiliki ruang untuk menguat. Ia memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.200 pada kuartal III/2026.
Menurut Ibrahim, pelemahan indeks dolar AS menjadi salah satu faktor penting yang menopang pergerakan emas. Perkembangan geopolitik juga turut memengaruhi tekanan terhadap mata uang Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan keinginan untuk mencapai perdamaian dengan Iran. Selain itu, kesepakatan Iran dan Oman untuk mengawasi Selat Hormuz berpotensi menjaga kelancaran lalu lintas perdagangan melalui jalur strategis tersebut.
Kondisi itu dapat mendukung stabilitas perekonomian global. Kelancaran distribusi barang melalui Selat Hormuz juga berpotensi membantu menekan tekanan inflasi di AS.
Penurunan Suku Bunga The Fed Membuka Ruang Kenaikan Emas
Pasar kini menantikan data inflasi AS yang akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan The Fed. Ibrahim memperkirakan bank sentral AS dapat membuka peluang pemangkasan suku bunga apabila inflasi semakin mendekati target 2%.
Jika inflasi AS menunjukkan penurunan, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga pada tahun ini, termasuk dalam pertemuan September, dapat semakin menguat. Kondisi tersebut berpotensi memberikan dukungan tambahan bagi harga emas.
Selain itu, permintaan dari bank sentral global juga terus menopang pasar logam mulia. Ibrahim menyebut China membeli sekitar 10 hingga 20 ton emas pada Juli 2026.
Bank Sentral Global Terus Meningkatkan Pembelian Emas
Ibrahim menilai bank sentral berbagai negara semakin meningkatkan kepemilikan emas sebagai instrumen lindung nilai. Perubahan strategi investasi tersebut juga mendorong pergeseran alokasi dana dari dolar AS dan minyak menuju logam mulia.
Dengan demikian, kombinasi pelemahan dolar AS, potensi pelonggaran kebijakan moneter AS, dan peningkatan pembelian bank sentral dapat menjaga momentum harga emas hingga akhir tahun.
Setelah mencapai potensi US$5.200 pada kuartal III/2026, Ibrahim memperkirakan harga emas masih dapat bergerak menuju kisaran US$5.500 hingga US$6.000 pada akhir 2026.
