Harga Emas Masih Bullish, Pasar Berpeluang Mendorong Kenaikan Hari Ini

Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Arus pembelian yang masih kuat, sinyal teknikal bullish, serta meningkatnya minat terhadap aset safe haven menjadi sejumlah faktor yang menopang logam mulia.

Berdasarkan data Kitco, harga emas spot naik 0,62% atau 27 poin ke US$4.415 per troy ounce pada pukul 10.48 WIB. Pergerakan tersebut menunjukkan investor masih mempertahankan minat beli meski harga telah mencatat kenaikan dalam beberapa sesi terakhir.

Analis Memproyeksikan Emas Menguji Resistance US$4.484

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai struktur teknikal emas pada grafik harian masih menunjukkan tren bullish yang kuat. Menurutnya, harga berpotensi bergerak menuju area resistance US$4.484 hingga US$4.592.

Geraldo menjelaskan bahwa pembentukan level tertinggi baru menunjukkan buyer masih menguasai pasar. Tekanan beli yang lebih dominan daripada tekanan jual pun menjaga peluang kenaikan harga dalam jangka pendek.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan risiko ketika harga mendekati resistance. Koreksi dalam tren bullish masih dapat terjadi sebagai bagian dari pergerakan jangka pendek dan belum otomatis menandakan pembalikan tren.

Ketidakpastian Global Mendorong Investor Memburu Emas

Dari sisi fundamental, ketidakpastian global kembali meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Situasi di sekitar Selat Hormuz menjadi salah satu perhatian pasar karena jalur tersebut berperan penting dalam distribusi energi dunia.

Gangguan terhadap jalur strategis itu dapat meningkatkan kekhawatiran mengenai stabilitas ekonomi global. Kondisi tersebut kemudian berpotensi mendorong investor mengalihkan sebagian dana ke aset yang dianggap lebih aman, termasuk emas.

Selain faktor geopolitik, harga emas yang telah mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan juga memicu fenomena fear of missing out atau FOMO. Investor berupaya mengikuti tren kenaikan sehingga arus pembelian berpotensi semakin kuat.

Permintaan China dan Data Inflasi AS Menentukan Arah Emas

Permintaan fisik dari China turut memberikan dukungan terhadap harga emas. Sebagai salah satu konsumen emas terbesar dunia, peningkatan pembelian dari China dapat memperkuat permintaan logam mulia secara global.

Di sisi lain, pasar juga menunggu rilis Consumer Price Index atau CPI Amerika Serikat. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi investor terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Jika inflasi AS melambat, pasar dapat meningkatkan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed. Kondisi itu berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi emas.

Sebaliknya, inflasi yang bertahan tinggi atau melampaui perkiraan dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. Situasi tersebut berpotensi menopang dolar AS sekaligus membatasi kenaikan emas dalam jangka pendek.

Previous Post Next Post