Harga Emas Bergejolak Hebat, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Bergerak Fluktuatif karena Dolar Menguat dan Kekhawatiran Inflasi Meningkat

Dolar AS Menguat dan Menekan Harga Emas Global
Harga emas global kembali melemah pada awal pekan setelah penguatan dolar Amerika Serikat menekan daya tarik logam mulia. Pada perdagangan Senin (13/4/2026), harga emas ditutup di level US$ 4.739,18 per troy ons atau turun 0,17%. Penurunan ini memperpanjang tren negatif dalam dua hari terakhir dengan koreksi sekitar 0,5%.
Namun, pergerakan harga mulai menunjukkan pemulihan pada Selasa (14/4/2026) pagi. Hingga pukul 06.24 WIB, harga emas naik menjadi US$ 4.757,52 per troy ons atau menguat 0,39%. Kenaikan ini terjadi setelah tekanan sebelumnya mereda meski sentimen global masih bergejolak.
Ketegangan Geopolitik Memicu Lonjakan Dolar dan Volatilitas Pasar
Fluktuasi harga emas tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik yang kembali memanas setelah kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi ini mendorong dolar AS menguat, sehingga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor global.
Selain itu, pasar juga merespons langkah militer Amerika Serikat yang berencana memblokade kapal-kapal dari pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran mengancam akan melakukan balasan terhadap negara-negara di kawasan Teluk. Ketegangan ini menciptakan ketidakpastian tinggi yang langsung tercermin pada pergerakan harga komoditas, termasuk emas.
Lonjakan Harga Minyak Memperkuat Kekhawatiran Inflasi Global
Kondisi geopolitik tersebut turut mendorong lonjakan harga minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,6% ke US$ 99,08 per barel, sementara Brent melonjak 4,37% ke US$ 99,36 per barel.
Kenaikan harga energi ini memperbesar kekhawatiran terhadap inflasi global. Akibatnya, ruang bagi bank sentral, khususnya Federal Reserve, untuk menurunkan suku bunga menjadi semakin terbatas. Suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga Menyusut dan Tekan Prospek Emas
Ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga juga mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data FedWatch Tool dari CME, peluang penurunan suku bunga hingga akhir tahun kini hanya sekitar 29%, turun dari 40% pada bulan sebelumnya.
Penurunan ekspektasi ini semakin menekan harga emas dalam jangka pendek. Bahkan, sejak konflik besar mulai memanas pada akhir Februari, harga emas tercatat telah terkoreksi lebih dari 10%.
Meski demikian, sebagian analis menilai koreksi ini sebagai proses penyehatan pasar. Aksi jual yang terjadi dinilai mampu mengurangi posisi spekulatif berlebihan, sehingga membuka peluang yang lebih stabil bagi pergerakan harga emas dalam jangka panjang.
