Harga Buyback Emas Antam Naik 11,82% hingga Hari Ini Selasa (14/4)

Harga Buyback Emas Antam Melonjak 11,82 Persen Sejak Awal 2026 hingga 14 April

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Kenaikan Harga Buyback Emas Antam Mendorong Level Rp2,639 Juta per Gram

Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) terus menunjukkan tren penguatan sepanjang 2026. Hingga Selasa, 14 April 2026, harga buyback tercatat naik menjadi Rp2.639.000 per gram setelah mengalami kenaikan harian sebesar Rp54.000.

Kenaikan tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 11,82 persen sejak awal tahun. Meski demikian, posisi harga saat ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat mencapai Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026.

Harga buyback sendiri menjadi acuan bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya ke Antam. Nilai ini berlaku untuk emas ukuran 1 gram dan mengikuti dinamika harga logam mulia di pasar global.

Mekanisme Buyback Emas Memberi Peluang Keuntungan bagi Investor

Transaksi buyback memungkinkan pemilik emas menjual kembali asetnya dalam bentuk logam mulia, batangan, maupun perhiasan. Dalam praktiknya, harga buyback biasanya lebih rendah dibandingkan harga jual.

Namun demikian, investor tetap berpeluang memperoleh keuntungan jika terdapat selisih harga yang signifikan antara harga beli dan harga buyback. Oleh karena itu, banyak pelaku pasar memanfaatkan momentum kenaikan harga untuk merealisasikan keuntungan.

Dalam transaksi ini, pemerintah juga menetapkan ketentuan pajak. Berdasarkan PMK No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pemotongan pajak dilakukan langsung dari total nilai transaksi buyback.

Faktor Global dan Kebijakan Moneter AS Mendorong Harga Emas Naik

Pergerakan harga buyback emas Antam tidak terlepas dari kondisi global. Ketegangan geopolitik yang meningkat mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai volatilitas tinggi membuka peluang kenaikan harga emas dunia dalam rentang yang lebar. Ia memperkirakan harga emas global berpotensi menembus level US$5.138 per troy ounce dalam waktu dekat jika eskalasi konflik terus berlanjut.

Menurutnya, ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan di Selat Hormuz, dapat memicu lonjakan harga minyak mentah dan meningkatkan inflasi global. Kondisi tersebut pada akhirnya memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Selain faktor geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat juga berperan penting. Ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif dinilai mampu mendorong kenaikan harga emas. Penurunan suku bunga secara historis membuat emas semakin menarik karena menekan biaya peluang bagi investor.

Previous Post Next Post