Harga Buyback Emas Antam Naik Rp151.000 Menjadi Rp2,511 Juta per Gram
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga buyback emas Antam mencatat kenaikan sepanjang 2026 dan mencapai Rp2.511.000 per gram pada Senin, 10 Agustus 2026. Angka tersebut meningkat Rp151.000 atau 6,39% dibandingkan posisi awal tahun yang berada di Rp2.360.000 per gram.
Data dari laman Logam Mulia menunjukkan harga buyback Antam tetap berada di level Rp2.511.000 per gram pada perdagangan 10 Agustus 2026. Meskipun mengalami kenaikan sejak awal tahun, harga tersebut masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa.
Harga Buyback Antam Masih Berjarak dari Rekor Tertinggi
Antam mencatat harga buyback tertinggi sepanjang masa sebesar Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026. Dengan posisi saat ini, harga buyback masih memiliki selisih Rp478.000 dari level rekor tersebut.
Harga buyback menjadi salah satu acuan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali logam mulia kepada PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Perusahaan menetapkan harga tersebut berdasarkan ukuran emas 1 gram.
Pergerakan harga emas global turut memengaruhi dinamika harga buyback. Berdasarkan data Investing, harga emas spot berada di level US$4.342,18 per troy ounce pada akhir pekan dan menguat 2,39% dibandingkan posisi sehari sebelumnya.
Transaksi Buyback Emas Tetap Memberikan Peluang Keuntungan
Pemilik emas dapat memperoleh keuntungan ketika selisih antara harga pembelian dan harga buyback cukup besar. Namun, harga buyback umumnya berada di bawah harga jual emas pada waktu yang sama.
Selain memperhatikan selisih harga, investor juga perlu memperhitungkan kewajiban pajak. Berdasarkan PMK No. 34/PMK.10/2017, Antam mengenakan PPh 22 atas transaksi penjualan kembali emas batangan dengan nilai lebih dari Rp10 juta.
Pemilik NPWP membayar PPh 22 sebesar 1,5%, sedangkan pemilik tanpa NPWP membayar 3%. Antam memotong pajak tersebut secara langsung dari nilai transaksi buyback.
Dengan demikian, kenaikan harga buyback hingga Rp2.511.000 per gram memberikan gambaran positif bagi pemilik emas. Namun, harga tersebut masih belum kembali ke rekor Rp2.989.000 yang tercapai pada awal 2026.
