Spekulasi Kepastian Bos Baru The Fed Tekan Harga Emas
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Spekulasi Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed Menekan Harga Emas Global

Penguatan dolar AS mendorong koreksi tajam harga emas pada akhir Januari 2026
Bisnis.com, Jakarta – Harga emas global mengalami koreksi tajam pada Jumat (30/1/2026) seiring menguatnya dolar Amerika Serikat yang dipicu spekulasi penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump. Sentimen tersebut memicu volatilitas tinggi di pasar dan memutus reli harga emas yang sebelumnya mencetak rekor baru.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot sempat anjlok hingga 4,8% sebelum memangkas penurunan dan bergerak di level US$5.207,70 per ons pada pukul 11.10 WIB, atau melemah sekitar 3%. Koreksi ini terjadi setelah harga emas melonjak tajam pada sesi sebelumnya, sehingga pasar mulai melakukan aksi ambil untung di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS.
Kabar penunjukan bos baru The Fed memperkuat dolar dan menekan emas
Spekulasi mengenai kepastian kepemimpinan baru di Federal Reserve mendorong penguatan indeks dolar AS hingga 0,5%. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli global karena logam mulia diperdagangkan dalam denominasi dolar. Akibatnya, tekanan jual terhadap emas semakin meningkat dalam waktu singkat.
Presiden Donald Trump dilaporkan akan menunjuk Kevin Warsh sebagai kandidat Ketua The Fed dan berencana mengumumkannya secara resmi pada Jumat pagi waktu AS. Warsh dikenal sebagai tokoh yang berpandangan ketat terhadap inflasi, meskipun dalam beberapa bulan terakhir ia secara terbuka mendukung kebijakan suku bunga yang lebih rendah sejalan dengan sikap Trump.
Analis menilai koreksi emas mencerminkan penyesuaian pasar yang sehat
Ahli strategi Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menilai pergerakan harga emas tersebut mencerminkan koreksi yang sudah lama dinantikan pasar. Menurutnya, reli harga yang terlalu cepat dan bersifat parabolik membutuhkan katalis untuk berakhir, dan kabar pencalonan Warsh menjadi pemicu yang tepat.
Meski mengalami koreksi tajam, harga emas masih mencatat kenaikan lebih dari 20% sepanjang 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh kebijakan Trump yang mengguncang tatanan global serta meningkatnya tekanan terhadap independensi Federal Reserve.
Ketegangan geopolitik global tetap menopang prospek emas
Di tengah koreksi jangka pendek, risiko geopolitik global masih menjadi faktor penopang harga emas. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran dan berencana mengenakan tarif terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba. Ancaman tarif tambahan terhadap Eropa, Kanada, dan Korea Selatan juga terus mengguncang pasar keuangan global.
Sementara itu, risiko penutupan pemerintahan AS berhasil dihindari setelah Trump dan Senat mencapai kesepakatan sementara. Namun, Gedung Putih masih melanjutkan negosiasi dengan Partai Demokrat terkait pembatasan operasi penegakan imigrasi, yang sebelumnya memicu protes nasional dan menambah ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat.
