Ramalan Harga Emas Logam Mulia Tembus Rp3,1 Juta per Gram
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Analis Prediksi Harga Emas Global Melonjak dan Dorong Harga Domestik Tembus Rp3,1 Juta per Gram

Harga emas global menunjukkan potensi penguatan signifikan yang dapat membawa dampak langsung ke pasar domestik. Pada Minggu (12/4/2026) di Jakarta, analis memproyeksikan harga emas dunia berpeluang menembus level baru, sehingga harga logam mulia di dalam negeri berpotensi mencapai Rp3,1 juta per gram.
Kenaikan ini muncul di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, investor kembali mengalihkan perhatian ke emas sebagai aset lindung nilai yang dianggap paling aman.
Analis Menilai Gejolak Geopolitik Mendorong Lonjakan Harga Emas
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai kondisi geopolitik global yang memanas menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Ia menyebutkan bahwa eskalasi konflik di berbagai wilayah, khususnya di Timur Tengah, memperkuat permintaan terhadap logam mulia.
Ia menjelaskan bahwa dalam skenario agresif, harga emas global dapat melesat hingga US$5.138 per troy ons dalam waktu dekat. Jika kondisi tersebut terjadi, harga emas domestik diperkirakan ikut terdorong hingga mencapai Rp3,1 juta per gram.
Selain itu, ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz turut memperbesar risiko terhadap distribusi energi global. Gangguan pada jalur minyak ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak mentah yang kemudian meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara.
Investor Global Beralih ke Emas sebagai Aset Safe Haven
Dalam situasi penuh ketidakpastian, investor global terus mencari instrumen yang mampu menjaga nilai aset. Emas kembali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang stabil di tengah gejolak ekonomi.
Ibrahim menegaskan bahwa lonjakan harga minyak dan meningkatnya risiko konflik global mendorong pelaku pasar untuk mengamankan aset mereka. Kondisi tersebut secara langsung memperkuat tren kenaikan harga emas.
Di sisi lain, bank sentral di berbagai negara mulai mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperbesar cadangan emas. Langkah ini memperkuat posisi emas sebagai aset strategis dalam sistem keuangan global.
Kebijakan Moneter AS Memperkuat Prospek Kenaikan Harga Emas
Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat juga memberikan dorongan tambahan bagi harga emas. Pasar melihat adanya peluang kebijakan yang lebih longgar, terutama terkait potensi penurunan suku bunga.
Spekulasi mengenai perubahan kepemimpinan di bank sentral AS turut memengaruhi ekspektasi investor. Pelaku pasar memperkirakan kebijakan yang lebih akomodatif akan menekan imbal hasil dan meningkatkan daya tarik emas.
Secara historis, penurunan suku bunga memang cenderung mendorong kenaikan harga emas karena menurunkan biaya peluang dalam menyimpan aset non-produktif tersebut.
Dengan kombinasi faktor geopolitik, inflasi, dan kebijakan moneter, harga emas diproyeksikan terus bergerak naik dalam jangka pendek hingga menengah.
