Emas Laris Manis, PTFI Siap Penuhi Kebutuhan Domestik Hingga 26 Ton
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
PTFI Siapkan 26 Ton Emas untuk Penuhi Permintaan Domestik

Permintaan Emas Domestik Meningkat Setelah Harga Cetak Rekor
Jakarta, CNBC Indonesia – Permintaan emas di Indonesia terus meningkat setelah harga logam mulia mencetak rekor sepanjang 2025. Tim Riset CNBC Indonesia mencatat harga emas menembus 50 kali rekor tahun lalu, meski menutup 2025 pada US$4.310,19 per troy ons, turun 0,83% dari puncak akhir tahun. Lonjakan harga ini mendorong investor domestik berburu emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
PTFI Optimis Penuhi Permintaan Domestik Hingga 26 Ton
PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan siap memenuhi kebutuhan emas domestik hingga 26 ton sepanjang 2026. Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, menyebut perusahaan mampu memproduksi lebih dari 30 ton emas per tahun. “Tahun 2025 kami memproduksi sekitar 33 ton emas,” kata Harry dalam acara Gold Outlook 2026 di Gedung Auditorium Bank Mega Jakarta, Jumat (30/1/2026).
PTFI Gandeng Antam Tingkatkan Daya Saing Produksi
Untuk memenuhi permintaan yang meningkat, PTFI menjalin kerja sama dengan Antam. Kolaborasi ini menargetkan suplai emas hingga 30 ton agar daya saing produksi lokal tetap kompetitif dibandingkan pasar internasional. Harry menambahkan, permintaan domestik yang tinggi juga dapat mendorong kondisi kompetitif yang lebih baik dan memberikan insentif bagi industri logam mulia dalam negeri.
Emas Terus Diburu Investor sebagai Instrumen Lindung Nilai
Melihat tingginya minat masyarakat, emas tetap menjadi instrumen strategis untuk investasi jangka panjang. Aktivitas jual beli yang tinggi menunjukkan kepercayaan investor pada emas sebagai aset safe haven di tengah fluktuasi pasar global. PTFI dan Antam pun menyiapkan strategi produksi dan suplai yang dapat menjamin ketersediaan emas di pasar domestik, sekaligus menjaga stabilitas harga.
