Proyeksi Terbaru Harga Emas yang Dukung Prospek Positif Antam (ANTM)

Sekuritas Naikkan Proyeksi Harga Emas 2026 dan Perkuat Prospek Kinerja Antam

Karyawan menunjukkan emas logam mulia di Butik Emas Antam di Jakarta, Rabu (29/10/2025)./JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Sejumlah sekuritas merevisi naik asumsi harga emas untuk 2026 dan langsung memperkuat prospek kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM). Kenaikan proyeksi tersebut memberi katalis positif bagi emiten tambang pelat merah itu di tengah volatilitas pasar global.

OCBC Sekuritas menaikkan asumsi harga emas menjadi US$4.600 per ounce untuk 2026 dari sebelumnya US$4.500 per ounce. Analis OCBC Sekuritas, Devi Harjoto, dalam riset Selasa (10/2/2026), menyebut revisi itu mencerminkan meningkatnya volatilitas global serta tingginya permintaan aset safe haven dari investor ritel domestik.

OCBC Sekuritas Proyeksikan Lonjakan Laba Antam hingga Rp11 Triliun

OCBC Sekuritas memperkirakan volume penjualan emas ANTM akan pulih secara moderat pada 2026. Pemulihan itu akan didukung normalisasi pasokan secara bertahap dari Grasberg milik Freeport mulai kuartal II/2026.

Selain itu, penerapan bea ekspor emas yang lebih tinggi dinilai mendorong penjualan ke pasar domestik. Kebijakan tersebut berpotensi mempersempit kesenjangan pasokan setelah gangguan distribusi sebelumnya.

Dengan asumsi tersebut, OCBC Sekuritas memproyeksikan ANTM membukukan laba bersih sekitar Rp11,0 triliun pada 2026. Sekuritas ini juga memperkirakan pendapatan melonjak 46,2 persen menjadi Rp125,9 triliun, yang berasal dari lini bisnis emas, nikel, dan bauksit. Lingkungan harga komoditas yang kondusif, khususnya emas dan nikel, menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.

Maybank Sekuritas Dongkrak Asumsi Harga Emas dan Nikel

Sementara itu, Maybank Sekuritas Indonesia mengambil langkah lebih agresif dengan menaikkan proyeksi harga emas menjadi US$5.000 per ounce dari sebelumnya US$3.000 per ounce. Analis Maybank Sekuritas, Hasan Barakwan dan Jeffrosenberg Chenlim, dalam riset Jumat (6/2/2026), menyatakan revisi ini mendorong kenaikan estimasi laba ANTM untuk periode 2025–2027 sebesar 8,5 persen hingga 22 persen.

Tidak hanya emas, Maybank juga meningkatkan asumsi harga bijih nikel menjadi US$50 per ton dari sebelumnya US$45 per ton. Revisi ini memperkuat proyeksi pertumbuhan laba ANTM dalam tiga tahun ke depan, seiring kontribusi signifikan dari segmen nikel terhadap kinerja perseroan.

Kombinasi proyeksi harga emas yang lebih tinggi dan perbaikan asumsi harga nikel menempatkan ANTM pada posisi yang lebih solid untuk menjaga pertumbuhan laba di tengah dinamika pasar komoditas global.

Previous Post Next Post