Akhirnya Harga Emas Terbang Lagi Usai Hancur Lebur, Tembus US$4.900

Harga Emas dan Perak Rebound Tembus US$4.900 Setelah Penurunan Tajam

emas

Emas Naik 5,86 Persen Usai Dua Hari Terpuruk

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dan perak berhasil bangkit setelah mengalami penurunan tajam selama dua hari perdagangan terakhir. Pada Selasa (3/2/2026), harga emas dunia melonjak 5,86% ke posisi US$4.938,51 per troy ons, mematahkan tekanan jual yang terjadi sebelumnya meski belum menutup kerugian dua hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (4/2/2026) hingga pukul 06.45 WIB, harga emas spot kembali menguat 0,24% ke level US$4.950,39 per troy ons.

Pemburu Harga Murah Dorong Kenaikan Emas dan Perak

Kenaikan harga emas dan perak terjadi karena banyak investor masuk sebagai pemburu harga murah setelah aksi jual besar-besaran. Peter Grant, Wakil Presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals, menilai koreksi sebelumnya merupakan bagian dari tren naik jangka panjang. Grant memprediksi harga akan bergerak dalam periode konsolidasi, dengan US$4.400 per troy ons sebagai level support dan US$5.100 per troy ons sebagai resistensi.

Penunjukan Kevin Warsh Picu Volatilitas Logam Mulia

Volatilitas harga logam terjadi setelah penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell. Investor menilai Warsh akan memperketat neraca The Fed meski tetap mendukung pemotongan suku bunga. Langkah ini ditambah CME Group menaikkan persyaratan margin pada kontrak berjangka logam mulia, menambah tekanan jual di pasar.

Prospek Jangka Panjang Emas Tetap Bullish

Meski sempat tertekan, analis memproyeksikan tren bullish logam mulia akan berlanjut hingga akhir tahun. Jeffrey Christian, Mitra Pengelola CPM Group, menekankan emas tetap menjadi aset aman, terutama di tengah suku bunga rendah dan ketidakpastian ekonomi global. UBS dan JP Morgan memperkirakan harga emas akan mencapai US$6.200–US$6.300 per troy ons, sementara Deutsche Bank memprediksi US$6.000 per troy ons pada 2026. Citi mempertahankan perkiraan rata-rata kuartal pertama di US$5.000 per troy ons.

Previous Post Next Post