Pergerakan Harga Emas Hari Ini Kamis, 12 Februari 2026 di Pasar Spot
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Global Melemah pada 12 Februari 2026 Setelah Data Tenaga Kerja AS Menguat

Harga emas global turun pada awal perdagangan Kamis, 12 Februari 2026, setelah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat meredam harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Penguatan data ekonomi tersebut langsung menekan pergerakan logam mulia di pasar spot.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 07.04 WIB, harga emas di pasar spot turun 0,44 persen atau 22,35 poin ke level US$5.062,04 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka Comex kontrak April 2026 melemah 0,25 persen atau 12,5 poin ke posisi US$5.086 per troy ounce.
Logam mulia lainnya ikut terkoreksi. Harga perak di pasar spot merosot 2,44 persen menjadi US$82,22 per troy ounce. Adapun platinum turun 1 persen dan paladium melemah 0,86 persen.
Data Nonfarm Payroll AS Tekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Tekanan terhadap emas muncul setelah laporan nonfarm payroll menunjukkan kenaikan jumlah tenaga kerja terbesar dalam lebih dari satu tahun. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran Januari 2026 justru turun di luar perkiraan pasar.
Data tersebut memperlihatkan pasar tenaga kerja AS bergerak menuju stabilitas pada awal 2026. Kondisi ini mendorong pelaku pasar menggeser ekspektasi penurunan suku bunga acuan dari Juni menjadi Juli.
Harapan terhadap suku bunga yang lebih rendah sebelumnya menopang harga emas karena instrumen ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Namun, ketika data ekonomi menguat, pelaku pasar menilai The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih lama sehingga minat terhadap emas menurun.
Harga Emas Bertahan di Atas US$5.000 Meski Terkoreksi
Meski terkoreksi, harga emas tetap bertahan di atas level psikologis US$5.000 per troy ounce. Pada pukul 11.32 WIB, harga emas spot tercatat melemah 0,56 persen ke US$5.054,94 per troy ounce. Sementara itu, kontrak Comex turun 0,5 persen ke US$5.073 per troy ounce.
Pada pukul 15.00 WIB, tekanan sedikit mereda. Harga emas spot tercatat turun 0,37 persen menjadi US$5.065,93 per troy ounce, sedangkan emas berjangka Comex melemah 0,36 persen ke US$5.080 per troy ounce.
Sebelumnya, emas sempat mencetak rekor di atas US$5.595 per troy ounce pada akhir Januari sebelum aksi beli spekulatif memicu koreksi tajam sekitar 13 persen dalam dua sesi.
Meski volatilitas meningkat, sejumlah bank global tetap memproyeksikan tren bullish berlanjut. BNP Paribas SA memperkirakan harga emas berpotensi menembus US$6.000 per troy ounce pada akhir tahun. Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. juga menyampaikan pandangan positif dengan menyoroti ketidakpastian geopolitik dan pergeseran investasi global sebagai penopang harga.
