Harga Emas Dunia Melorot Lebih dari 2%
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Dunia Turun Lebih dari 2 Persen Akibat Dolar AS Menguat

Pasar Global Mendorong Penurunan Harga Emas di Tengah Minimnya Likuiditas
Harga emas dunia mengalami penurunan tajam lebih dari 2 persen pada perdagangan Selasa, 17 Februari 2026. Penurunan ini terjadi ketika pasar global menghadapi likuiditas yang terbatas akibat libur di sejumlah negara besar. Selain itu, penguatan indeks dolar Amerika Serikat turut menekan harga logam mulia tersebut.
Mengutip laporan Reuters, harga emas spot turun 1,9 persen ke level US$ 4.898,53 per troy ons pada pukul 06.22 GMT. Bahkan sebelumnya, harga sempat menyentuh titik terendah dalam sepekan di posisi US$ 4.862 per troy ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April melemah lebih dalam hingga 2,6 persen menjadi US$ 4.917,70 per ons.
Libur Pasar Asia dan AS Mengurangi Aktivitas Perdagangan
Minimnya aktivitas perdagangan terjadi karena sejumlah pasar utama di Asia seperti China, Hong Kong, Singapura, Taiwan, dan Korea Selatan tutup selama perayaan Tahun Baru Imlek. Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat juga tidak beroperasi karena libur Hari Presiden.
Kondisi ini membuat volume transaksi menurun signifikan. Analis senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai bahwa pasar kekurangan penawaran akibat rendahnya partisipasi pelaku pasar dalam 24 jam terakhir. Situasi ini kemudian mempercepat tekanan terhadap harga emas.
Penguatan Dolar AS Menekan Permintaan Emas
Sejalan dengan kondisi tersebut, indeks dolar AS tercatat menguat sekitar 0,2 persen terhadap sejumlah mata uang utama. Penguatan ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.
Di tengah kondisi itu, pelaku pasar kini menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Januari. Investor berharap dokumen tersebut dapat memberikan sinyal yang lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih optimistis bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada Juni mendatang.
Sentimen Geopolitik Mereda dan Tekan Harga Emas
Selain faktor ekonomi, meredanya ketegangan geopolitik juga ikut memengaruhi pergerakan harga emas. Presiden AS Donald Trump menyatakan tidak akan menghadiri langsung pertemuan dengan Iran di Jenewa. Pada saat yang sama, perwakilan Rusia dan Ukraina dijadwalkan bertemu untuk membahas perdamaian.
Meski demikian, analis tetap melihat potensi kenaikan harga emas dalam jangka menengah. Ilya Spivak dari Tastylive menyebut bahwa harga emas berpeluang kembali naik menuju level US$ 5.120, bahkan berpotensi menguji kembali rekor tertinggi di sekitar US$ 5.600 per troy ons.
