Harga Emas Antam Hari Ini (12/3) Anjlok Rp45.000, Dibanderol Rp3.042.000 per Gram

Harga Emas Antam Turun Rp45.000 per Gram pada Kamis, 12 Maret 2026

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Harga emas Antam melemah pada perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, dengan penurunan mencapai Rp45.000 per gram. Saat ini, logam mulia tersebut dibanderol Rp3.042.000 per gram, menandai koreksi dari perdagangan sebelumnya yang tercatat Rp3.087.000 per gram.

Antam Menyesuaikan Harga Emas Ukuran Kecil dan Besar

Unit Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam menyesuaikan harga emas untuk berbagai ukuran. Emas 0,5 gram kini dijual Rp1.571.000, turun dari Rp1.593.500, sedangkan emas 1 gram turun menjadi Rp3.042.000. Harga emas 5 gram tercatat Rp15.025.000, 10 gram Rp29.970.000, 25 gram Rp74.760.000, 50 gram Rp149.355.000, dan 100 gram Rp298.560.000. Untuk ukuran 500 gram, Antam menetapkan harga Rp1.491.900.000, sementara emas 1.000 gram dibanderol Rp2.982.600.000.

Antam Menurunkan Harga Buyback Emas

Selain harga jual, harga jual kembali (buyback) emas Antam juga mengalami penyesuaian. Hari ini, harga buyback tercatat Rp2.804.000 per gram atau turun Rp43.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Penyesuaian ini memberi dampak langsung bagi investor yang ingin melepas emas batangan mereka.

Transaksi Emas Tetap Dikenai PPh 22

Antam menegaskan setiap transaksi emas batangan tetap dikenai Pajak Penghasilan (PPh) 22 sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, dipotong langsung dari nilai buyback. Pembelian emas juga dikenai PPh 22, yakni 0,45 persen untuk NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, disertai bukti potong resmi.

Harga Emas Terpengaruh Tren Pasar dan Geopolitik

Penurunan harga emas Antam mengikuti tren pasar global yang fluktuatif dan dipengaruhi sentimen geopolitik serta kondisi ekonomi. Investor menyesuaikan strategi mereka di tengah ketidakpastian pasar dan mempertimbangkan emas sebagai instrumen likuiditas sekaligus aset safe haven. Pergerakan harga ini mencerminkan respons pasar terhadap dinamika global dan faktor internal pengolahan logam mulia.

Previous Post Next Post