Harga Emas Galeri 24, UBS, Antam-Antam Retro Hari Ini 3 Februari 2026

Harga Emas Galeri 24 dan Antam Bergerak Beragam pada 3 Februari 2026

Seorang konsumen membeli emas Logam Mulia di Butik Emas di Galeri 24, Jakarta, Senin (2/6/2025). Harga emas Logam Mulia produksi PT Antam Tbk, kembali terbang pada hari ini. (CNBC Indonesia/Trisusilo)

Emas Antam Naik Sementara UBS dan Galeri 24 Melemah

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas batangan yang dijual di Galeri 24 bergerak beragam pada perdagangan Selasa (3/2/2026). Data Pegadaian mencatat harga emas Antam naik signifikan, sementara logam mulia UBS, Galeri 24, dan Antam Retro mengalami penurunan.

Harga emas Antam 1 gram tercatat Rp3.330.000, meningkat dari Rp3.146.000 pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan permintaan yang kuat terhadap emas Antam di pasar domestik. Sebaliknya, harga emas Galeri 24 turun menjadi Rp2.948.000 per gram dari Rp2.981.000, sedangkan emas UBS melemah menjadi Rp2.963.000 dari Rp2.996.000 per gram. Emas Antam Retro juga turun menjadi Rp3.142.000 per gram dari Rp3.177.000.

Pasar Emas Masih Dinamis dengan Aktivitas Jual Beli Tinggi

Variasi pergerakan harga ini menegaskan dinamika pasar emas yang tetap tinggi, didorong aktivitas jual beli konsumen di butik Galeri 24 dan Pegadaian. Logam mulia berukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram tetap menjadi pilihan investor dan kolektor yang memanfaatkan peluang harga di tengah fluktuasi harian.

Investor Amati Tren Harga untuk Strategi Jangka Pendek

Investor dan pembeli ritel terus mengamati pergerakan harga emas untuk menentukan strategi investasi jangka pendek. Kenaikan emas Antam yang signifikan menarik perhatian pasar, sementara penurunan UBS, Galeri 24, dan Antam Retro menandakan adanya tekanan jual di sebagian segmen. Tren ini menekankan pentingnya pemantauan aktif terhadap harga emas setiap hari.

Emas Tetap Menjadi Instrumen Investasi Favorit

Meski harga bergerak berbeda-beda, emas tetap menjadi aset strategis bagi investor yang mencari lindung nilai terhadap inflasi dan volatilitas pasar. Aktivitas jual beli yang tinggi menunjukkan minat konsumen domestik tetap kuat, memastikan logam mulia tetap relevan sebagai instrumen investasi pilihan.

Previous Post Next Post