Harga Emas Dunia Terkoreksi Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin, 14 September 2026, menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve atau The Fed pekan ini. Harga emas spot turun 0,43% atau 18,6 poin menjadi US$4.329,2 per troy ounce pada pukul 11.10 WIB berdasarkan data Kitco.
Penurunan tersebut terjadi ketika pasar menghadapi sejumlah sentimen yang berlawanan. Dupoin Futures menilai kenaikan harga minyak akibat ketegangan Amerika Serikat dan Iran serta gangguan di kawasan Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang perlu investor cermati.
Kenaikan harga energi berpotensi mendorong inflasi karena biaya produksi dan konsumsi dapat ikut meningkat. Situasi itu kemudian dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed.
Ekspektasi Suku Bunga Tinggi Menekan Harga Emas
Pasar juga menghadapi tekanan dari perkiraan kenaikan suku bunga The Fed. Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi cenderung memperkuat dolar AS dan meningkatkan imbal hasil US Treasury.
Kondisi tersebut membuat emas menghadapi biaya peluang yang lebih besar karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Jika dolar AS dan yield Treasury terus menguat, tekanan terhadap harga emas berpotensi meningkat.
Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menilai kondisi tersebut dapat membuka ruang bagi emas untuk menguji area support US$4.365 hingga US$4.331 per troy ounce.
Data Inflasi AS Mengarahkan Perhatian Investor
Selain keputusan The Fed, pelaku pasar juga mencermati data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) Amerika Serikat. Data inflasi tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk memperkirakan arah kebijakan bank sentral AS pada September.
Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat. Sebaliknya, pelemahan dolar AS dan penurunan yield US Treasury dapat memberikan dorongan baru bagi harga emas.
Karena itu, investor akan mencermati hubungan antara data inflasi, pergerakan dolar, yield obligasi, dan keputusan The Fed dalam menentukan arah harga emas berikutnya.
Harga Emas Gagal Menembus Resistance US$4.440
Dari sisi teknikal, Dupoin Futures melihat risiko koreksi masih membayangi harga emas setelah logam mulia gagal melewati resistance US$4.440 per troy ounce.
Geraldo mengatakan grafik harian XAUUSD membentuk pola ABC Correction yang menunjukkan fase koreksi masih berlangsung. Pola tersebut membuka peluang harga bergerak menuju support US$4.365 hingga US$4.331.
Jika tekanan jual berlanjut, harga emas berpotensi menguji US$4.365 terlebih dahulu. Apabila level tersebut gagal menahan penurunan, emas dapat bergerak menuju US$4.331.
Sebaliknya, emas dapat memulai rebound apabila harga mampu bertahan di sekitar zona support. Namun, selama emas belum menembus resistance US$4.440, pelaku pasar masih perlu mewaspadai risiko koreksi lanjutan.
