Harga Buyback Emas Antam Naik 12,88% hingga Hari Ini Rabu (8/4)

Harga Buyback Emas Antam Naik 12,88 Persen hingga 8 April 2026 Meski Masih di Bawah Rekor

Karyawan menunjukkan emas logam mulia di Butik Emas Antam di Jakarta, Rabu (29/10/2025)./JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) menunjukkan kenaikan signifikan sepanjang tahun berjalan hingga Rabu, 8 April 2026. Di Jakarta, data Logam Mulia mencatat harga buyback naik Rp95.000 menjadi Rp2.664.000 per gram.

Kenaikan tersebut memperkuat tren positif yang telah berlangsung sejak awal tahun. Secara kumulatif, harga buyback emas Antam telah meningkat sebesar 12,88 persen sepanjang 2026.

Meski demikian, posisi harga saat ini masih belum menyamai rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat mencapai Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026.

Antam menetapkan harga buyback sebagai acuan transaksi penjualan emas

Antam menetapkan harga buyback sebagai acuan bagi investor yang ingin menjual kembali emasnya. Harga ini berlaku untuk emas batangan dengan ukuran standar 1 gram.

Transaksi buyback memungkinkan pemilik emas memperoleh dana tunai dari penjualan kembali logam mulia, baik dalam bentuk batangan maupun perhiasan. Namun demikian, harga buyback umumnya berada di bawah harga jual.

Meskipun lebih rendah, investor tetap dapat meraih keuntungan apabila selisih antara harga beli dan harga jual cukup besar. Oleh karena itu, pergerakan harga buyback menjadi faktor penting dalam menentukan strategi investasi.

Pemerintah mengenakan pajak atas transaksi buyback emas sesuai ketentuan

Pemerintah menerapkan pajak atas transaksi buyback emas sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan Pasal 22.

Tarif yang berlaku sebesar 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.

Dengan adanya ketentuan ini, investor perlu memperhitungkan beban pajak dalam setiap keputusan penjualan emas.

Analis melihat tekanan bearish masih mendominasi pergerakan harga emas

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai harga emas global masih berada dalam tekanan. Ia menjelaskan bahwa kombinasi sentimen teknikal dan fundamental saat ini cenderung negatif.

Menurutnya, pergerakan XAU/USD menunjukkan kecenderungan bearish yang kuat, terutama pada timeframe H4. Harga gagal mempertahankan momentum kenaikan setelah tertahan di area resistance penting.

Selain itu, pola candlestick bearish yang dominan semakin mempertegas sinyal pelemahan. Kondisi ini membuka peluang bagi harga emas untuk melanjutkan tren penurunan dalam waktu dekat.

Analis memproyeksikan harga emas berpotensi turun ke level support lebih rendah

Geraldo memproyeksikan harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan jika tekanan jual terus berlanjut. Dalam skenario tersebut, harga dapat turun menuju level support pertama di kisaran US$4.581.

Jika tekanan semakin kuat, harga bahkan berpeluang menyentuh level support berikutnya di sekitar US$4.492. Proyeksi ini menunjukkan bahwa risiko penurunan masih cukup terbuka di pasar emas global.

Dengan demikian, meskipun harga buyback emas Antam mencatat kenaikan sepanjang tahun, pergerakan jangka pendek tetap dipengaruhi tekanan eksternal yang signifikan.

Previous Post