Harga Emas Antam di Pegadaian, Hari Ini Senin 23 Maret 2026

Pegadaian Menahan Harga Emas Antam pada 23 Maret 2026 di Level Stabil

Karyawan memperlihatkan logam mulia Antam di Jakarta, Rabu (10/12/2025)./JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Pegadaian Menetapkan Harga Emas Antam 1 Gram Tetap di Rp2,995 Juta

Harga emas Antam di Pegadaian tidak mengalami perubahan pada Senin, 23 Maret 2026. Untuk ukuran 1 gram, Pegadaian menetapkan harga jual sebesar Rp2.995.000, sementara harga buyback berada di level Rp2.735.000.

Kondisi ini menunjukkan pasar emas ritel masih bergerak stabil. Pelaku pasar cenderung menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan transaksi.

Pegadaian Menjaga Konsistensi Harga pada Berbagai Ukuran Emas

Pegadaian juga mempertahankan harga pada berbagai ukuran emas Antam. Untuk ukuran 0,5 gram, harga jual tercatat Rp1.550.000 dengan harga buyback Rp1.367.000.

Selanjutnya, emas 5 gram dijual Rp14.739.000 dengan harga buyback Rp13.679.000. Untuk ukuran 10 gram, Pegadaian membanderol harga jual Rp29.420.000 dan buyback Rp27.359.000.

Pada ukuran lebih besar, emas 100 gram dijual Rp293.435.000 dengan harga buyback Rp272.254.000. Sementara itu, emas 1.000 gram menjadi yang tertinggi dengan harga jual Rp2.932.776.000 dan buyback Rp2.709.138.000.

Pasar Global Menggerakkan Sentimen Meski Harga Domestik Stabil

Meskipun harga di Pegadaian tidak berubah, pasar global menunjukkan dinamika berbeda. Harga emas dunia berfluktuasi setelah mengalami penurunan mingguan tajam akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Pada perdagangan pagi waktu Singapura, harga emas spot sempat naik 0,3 persen ke level US$4.506,57 per ounce. Namun, tekanan dari lonjakan harga minyak dan risiko inflasi masih membayangi pergerakan emas.

Investor Mencermati Dampak Konflik dan Kebijakan Suku Bunga

Kenaikan harga minyak yang signifikan meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini berpotensi menahan langkah bank sentral, termasuk Federal Reserve AS, dalam menurunkan suku bunga.

Situasi tersebut menjadi tantangan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Oleh karena itu, investor kini lebih berhati-hati dan terus memantau perkembangan geopolitik sebagai faktor utama yang memengaruhi harga.

Previous Post Next Post