Pergerakan Harga Emas Hari Ini Kamis, 12 Maret di Pasar Spot
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Melemah Tipis Setelah Data Inflasi AS Rilis

Harga emas di pasar spot mengalami penurunan tipis pada Kamis, 12 Maret 2026, menyusul rilis data inflasi Amerika Serikat yang menurunkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Pada pukul 07.16 WIB, harga emas tercatat turun 0,68 persen atau 35,10 poin ke US$5.140,10 per troy ounce, setara dengan US$165,26 per gram.
Konflik Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga Minyak
Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-13, sehingga mengganggu produksi dan pemurnian minyak di kawasan Timur Tengah. Kekhawatiran pasar terhadap konflik berkepanjangan mendorong harga minyak mentah naik selama dua hari berturut-turut. Presiden Donald Trump juga menyatakan akan memanfaatkan Cadangan Minyak Strategis AS untuk menahan lonjakan harga energi, sehingga memengaruhi sentimen investor terhadap komoditas energi dan emas.
Investor Menggunakan Emas sebagai Sumber Likuiditas
Seiring dengan prospek suku bunga yang relatif tinggi, investor memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas untuk menopang portofolio lain. Meskipun kepemilikan exchange-traded fund (ETF) emas menurun sejak konflik dimulai, arus masuk dana kembali terjadi pada Selasa setelah penurunan tajam minggu sebelumnya. Sepanjang tahun ini, harga emas mencatat kenaikan sekitar 25 persen, sebagian besar karena peran emas sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Harga Emas Berbalik Menguat pada Sore Hari
Pada pukul 17.45 WIB, harga emas di pasar spot menunjukkan penguatan 0,12 persen atau 6,3 poin ke level US$5.182,76 per troy ounce. Harga emas berjangka Comex AS juga menguat 0,15 persen atau 7,9 poin ke US$5.187 per troy ounce. Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai pola candlestick dan indikator Moving Average memberikan sinyal tren bullish. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi mencapai level resistance sekitar US$5.231 per troy ounce, sementara risiko koreksi jangka pendek bisa mengarah ke level support US$5.126.
Pergerakan Emas Masih Dipengaruhi Data Ekonomi dan Geopolitik
Andy Nugraha menyebutkan bahwa pergerakan emas tetap rentan terhadap faktor eksternal, termasuk konflik Timur Tengah, fluktuasi harga minyak global, dan data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti rilis Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). Analis Vantage Markets, Hebe Chen, menambahkan bahwa pelemahan emas lebih bersifat sementara dan tren penguatan jangka menengah masih terbuka karena investor menyesuaikan portofolio terhadap ekspektasi suku bunga The Fed.
