Ramalan Harga Emas Tembus Rp2,7 Juta per Gram Akhir 2025 Dibayangi Arah Kebijakan Moneter The Fed
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Ramalan Harga Emas Tembus Rp2,7 Juta per Gram Akhir 2025 Dibayangi Kebijakan Moneter The Fed

Traze Andalan Futures Prediksi Harga Emas Menguat Hingga Akhir Tahun
Ibrahim Assuaibi, Direktur Traze Andalan Futures, memproyeksikan harga emas dunia akan terus menguat hingga akhir 2025 dan berpotensi mencapai Rp2,7 juta per gram. Prediksi ini didorong oleh sejumlah katalis, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) yang dapat menekan nilai tukar dolar AS.
Tingginya Angka Pengangguran AS Dorong Ekspektasi Penurunan Suku Bunga
Ibrahim menekankan bahwa data pengangguran AS pada Oktober 2025 yang relatif tinggi berpotensi mendorong The Fed memangkas suku bunga lagi pada Januari 2026. Ia menyebut kemungkinan pertemuan awal tahun akan membahas penurunan suku bunga tambahan, seiring tekanan ekonomi yang masih berlangsung.
Perubahan Kepemimpinan The Fed Dukung Prospek Penurunan Suku Bunga
Selain itu, Ibrahim menyoroti potensi pergantian Gubernur The Fed pada April atau Mei 2026. Pergantian ini dapat membuat kebijakan moneter awal 2026 menyesuaikan arahan pemerintahan AS untuk menurunkan suku bunga. Ia menilai The Fed berpeluang memangkas suku bunga lebih dari satu kali pada 2026, berbeda dari rencana awal satu kali pemangkasan.
Ketegangan Geopolitik Dorong Harga Emas Menguat
Ibrahim menambahkan bahwa konflik geopolitik, seperti ketegangan antara Iran dan Israel, berpotensi mengganggu pasokan minyak global dan menekan pasar energi. Ketegangan Rusia-Ukraina yang masih berlangsung juga berkontribusi pada momentum kenaikan harga emas. Faktor-faktor ini dinilai akan mendorong harga emas mencapai Rp2,7 juta per gram di dalam negeri dan US$4.440 per troy ounce di pasar internasional.
Prediksi Harga Emas Minggu Depan Menunjukkan Tren Positif
Untuk perdagangan pekan depan, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia tetap berpotensi menguat ke level US$4.380, setara Rp2,59 juta per gram untuk emas dalam negeri. Tren ini menunjukkan peluang positif bagi investor yang ingin memanfaatkan momentum penguatan logam mulia menjelang akhir tahun 2025.
