13 Prediksi Harga Emas, Investor Segera Full Senyum atau Gigit Jari?

Prediksi Harga Emas 2026 Menguat dan Menjaga Optimisme Investor

Karyawan menunjukkan emas logam mulia di Butik Emas Antam di Jakarta, Rabu (29/10/2025)./JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Harga emas kembali menjadi sorotan utama pasar keuangan global sepanjang awal 2026 setelah pergerakannya berfluktuasi tajam. Setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, harga emas terkoreksi signifikan pada akhir pekan lalu. Meski demikian, berbagai lembaga keuangan global tetap memproyeksikan arah harga emas akan menguat sepanjang tahun ini, didorong oleh permintaan global dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi.

Berdasarkan rangkuman Bisnis.com dari berbagai sumber, optimisme terhadap emas masih dominan. Survei terhadap perusahaan-perusahaan Wall Street menunjukkan proyeksi kenaikan harga emas sekitar 17% hingga 19,3% dibandingkan posisi akhir 2025. Bahkan, sejumlah analis memperkirakan harga emas berpeluang menembus level US$8.000 per troy ounce dalam skenario ekstrem.

Bank Sentral Global Terus Mendorong Permintaan Emas

Bank sentral, khususnya di kawasan Asia, terus meningkatkan pembelian emas sebagai strategi lindung nilai terhadap pelemahan mata uang dan risiko geopolitik. Negara-negara seperti China dan India mencatat pembelian emas yang agresif, seiring kuatnya budaya kepemilikan emas serta upaya diversifikasi cadangan devisa.

Permintaan fisik dari Asia tersebut menjadi salah satu penopang utama reli harga emas dalam beberapa tahun terakhir. Ketika pasar global bergejolak, emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset aman yang diminati investor institusional maupun ritel.

Dana Lindung Nilai Masuk dan Memperkuat Tren Harga

Selain bank sentral, dana lindung nilai atau hedge fund juga berperan besar dalam lonjakan harga emas. Investor institusional ini mulai menambah eksposur emas sebagai kelas aset alternatif di luar saham, obligasi, dan properti. Masuknya arus dana spekulatif mempercepat kenaikan harga, meskipun sekaligus meningkatkan volatilitas jangka pendek.

Koreksi harga yang terjadi setelah emas menyentuh rekor tertinggi dinilai sebagai aksi ambil untung yang wajar. Analis menilai penurunan tersebut tidak mengubah fundamental emas secara keseluruhan.

Analis Menilai Prospek Emas Tetap Kuat Meski Volatil

Ke depan, pergerakan harga emas diperkirakan tetap fluktuatif, dipengaruhi arah kebijakan moneter global, ketegangan geopolitik, serta pergerakan nilai tukar dolar AS. Namun, mayoritas analis sepakat bahwa risiko kenaikan harga emas masih lebih besar dibandingkan potensi penurunan.

Dengan kombinasi permintaan bank sentral, minat investor global, dan ketidakpastian ekonomi yang berlanjut, emas dinilai masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan sepanjang 2026.

Previous Post Next Post