Pergerakan Harga Emas Hari Ini Jumat, 30 Januari 2026 di Pasar Spot
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Spot Bergerak Volatil pada Perdagangan Jumat 30 Januari 2026

Ketegangan geopolitik dan spekulasi kebijakan moneter AS mendorong fluktuasi tajam harga emas
Bisnis.com, Jakarta – Harga emas di pasar spot menunjukkan pergerakan volatil pada perdagangan Jumat (30/1/2026) seiring tarik-menarik sentimen geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Logam mulia sempat menguat di awal perdagangan sebelum berbalik melemah tajam pada paruh siang hingga sore hari.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot pada pagi hari sempat naik 0,91% atau 49,07 poin ke level US$5.424,31 per troy ounce pada pukul 07.32 WIB. Penguatan ini terjadi setelah emas mencatat koreksi pertama dalam hampir dua pekan pada sesi sebelumnya, ketika harga turun dari rekor tertinggi US$5.595,47 per troy ounce.
Kontrak berjangka Comex mengikuti penguatan awal harga emas
Seiring pergerakan pasar spot, harga emas berjangka Comex AS juga mencatat kenaikan signifikan. Kontrak emas Comex menguat 2,09% atau 112 poin ke level US$5.466,80 per troy ounce pada awal perdagangan. Kenaikan tersebut mencerminkan kembali masuknya minat investor terhadap aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Sentimen geopolitik kembali menguat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ancaman serangan terhadap Iran serta rencana penerapan tarif terhadap negara-negara yang memasok minyak ke Kuba. Sepanjang 2026, harga emas telah melonjak lebih dari 25% akibat kebijakan Trump yang mengguncang tatanan internasional dan menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas global.
Spekulasi suku bunga The Fed memperkuat daya tarik emas
Selain faktor geopolitik, pasar juga merespons pernyataan Trump yang akan segera mengumumkan calon Ketua Federal Reserve. Trump kembali menegaskan ekspektasinya agar pimpinan bank sentral ke depan mendorong penurunan suku bunga. Harapan terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi katalis positif bagi emas, yang cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
CEO Mind Money Julia Khandoshko menilai risiko koreksi jangka pendek tetap terbuka, namun tren struktural emas masih solid. Ia menyoroti percepatan de-dolarisasi global, permintaan kuat dari negara berkembang, serta berlanjutnya ekspansi moneter sebagai faktor penopang utama harga emas. Tekanan terhadap independensi The Fed dan meningkatnya persoalan keberlanjutan utang AS turut memperkuat peran emas sebagai aset safe haven.
Penguatan dolar AS menekan harga emas pada siang hari
Memasuki perdagangan siang, harga emas berbalik melemah seiring penguatan dolar AS. Pada pukul 13.30 WIB, harga emas spot tercatat turun 4,05% ke level US$5.157,57 per troy ounce. Tekanan berlanjut hingga sore hari, ketika harga anjlok 5,76% ke level US$5.065,38 per troy ounce pada pukul 16.11 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat ke level 96,51, menekan daya tarik emas bagi investor global.
