Korban Pesta Emas & Perak, Industri Perhiasan Dunia Berdarah-Darah
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas dan Perak Memicu Krisis di Industri Perhiasan Global

Kenaikan Logam Mulia Tekan Laba Perusahaan Perhiasan Internasional
Jakarta, CNBC Indonesia – Lonjakan harga emas dan perak ke level tertinggi sejarah menimbulkan tekanan besar bagi industri perhiasan dunia. Perusahaan seperti Pandora, produsen perhiasan terbesar, menghadapi kenaikan biaya produksi karena harga perak melonjak hampir tiga kali lipat dibanding setahun lalu. Analis Jefferies memproyeksikan laba Pandora dapat terpangkas hingga 60% pada 2027 akibat biaya bahan baku yang meningkat dan daya beli konsumen menurun. Upaya menaikkan harga jual sebesar 14% gagal sepenuhnya diterima pasar, sehingga keterlibatan konsumen turun dan harga saham perusahaan melemah.
Pasar India Mengalami Perubahan Preferensi Investasi
Di India, lonjakan harga logam mulia juga menekan industri perhiasan. Emas naik 56% menjadi ₹1,20 lakh per 10 gram, sementara perak melonjak 69% menjadi ₹1,47 lakh per kilogram. Kenaikan ini mendorong investor beralih ke produk emas berbasis ETF, dengan inflow Gold ETF melonjak 74% pada Agustus dan jumlah investor naik 42% secara tahunan. Dampaknya terlihat pada saham perusahaan perhiasan besar, seperti Kalyan Jewellers, Senco Gold, dan Motisons Jewellers, yang turun 32-36% year to date. Harga emas tinggi membuat konsumen menunda pembelian atau memilih kadar lebih rendah, sehingga proyeksi permintaan ritel turun 20-25% meski beberapa perusahaan masih mencatat pertumbuhan laba kuartalan.
Produsen Perhiasan Italia Sesuaikan Produksi dengan Harga Tinggi
Di Italia, harga emas mendekati US$5.600 per ons pada akhir Januari 2026, memaksa produsen dan perajin di Vicenza, Arezzo, dan Valenza menyesuaikan produksi. Mereka mengurangi kandungan emas, memperingan bobot perhiasan, namun tetap menjaga tampilan visual agar menarik bagi konsumen. Teknologi manufaktur digunakan untuk mempertahankan desain meski kandungan logam lebih sedikit. Bengkel kecil paling terdampak karena tidak memiliki akses lindung nilai, sementara fluktuasi harian harga emas dan perak langsung diteruskan ke harga ritel.
