Aksi Beli Investor Angkat Harga Emas Kembali ke Atas US$5.000

Investor Dorong Harga Emas Kembali Menembus US$5.000 per Troy Ounce

Karyawati memperlihatkan logam mulia Antam di Jakarta, Selasa (17/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Aksi beli investor memulihkan harga emas setelah penurunan tajam

Bisnis.com, Jakarta — Harga emas kembali menguat dan menembus level US$5.000 per troy ounce pada Rabu, 4 Februari 2026, seiring aksi beli investor setelah logam mulia mengalami kejatuhan signifikan. Data Bloomberg menunjukkan harga emas spot naik 2,75 persen menjadi US$5.082,89 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka Comex meningkat 3,35 persen ke US$5.100,10. Lonjakan harga ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan sentimen risk-on di pasar global, yang mendorong investor memanfaatkan momentum buy on dip.

Investor menahan diri meski harga emas melonjak hampir 15 persen sepanjang tahun

Meski harga emas naik hampir 15 persen year to date, investor ritel cenderung menahan diri akibat volatilitas tinggi yang tercatat sepanjang pekan terakhir. Senior Commodity Strategist TD Securities, Daniel Ghali, menilai penjualan paksa di pasar logam mulia kemungkinan telah mencapai puncaknya. Namun, gejolak pasar yang masih berlanjut membuat sebagian investor ritel berhati-hati, meski tren kenaikan memberikan peluang jangka panjang bagi investor yang siap mengambil posisi strategis.

Bank tetap optimistis harga emas bisa menembus US$6.000 per troy ounce

Sejumlah bank tetap mempertahankan optimisme terhadap prospek emas. Bank of America menilai logam mulia tetap memiliki tesis investasi jangka panjang yang kuat, khususnya dibandingkan perak. Deutsche Bank juga menegaskan proyeksi harga emas berpotensi naik hingga US$6.000 per troy ounce, meski volatilitas tinggi dapat memengaruhi ukuran posisi investor. Para analis menekankan bahwa aksi beli strategis dan sentimen global akan terus menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar emas hingga akhir kuartal ini.

Previous Post Next Post