Harga Emas Terkoreksi Usai Bank Sentral Eropa Tahan Suku Bunga

Harga Emas Melemah setelah Bank Sentral Eropa Mempertahankan Suku Bunga

Harga emas melemah setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunganya pada Kamis, 18 Desember 2025. (Foto: ANTARA/IMAGO/Frank Sorge via Reuters/pri)

Pasar Merespons Datar Keputusan ECB Menahan Kebijakan Moneter

JAKARTA — Harga emas global bergerak melemah setelah Bank Sentral Eropa atau ECB mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis, 18 Desember 2025. Pasar emas tidak menunjukkan reaksi agresif karena pelaku pasar telah mengantisipasi keputusan tersebut, sehingga koreksi harga berlangsung terbatas.

Mengutip Kitco News pada Jumat, 19 Desember 2025, harga emas dalam denominasi euro terakhir diperdagangkan di level 3.685,57 euro per troy ons. Posisi ini mencerminkan penurunan sekitar 0,3% setelah ECB menahan suku bunga fasilitas deposito di 2,00%, suku bunga operasi refinancing utama di 2,15%, serta suku bunga fasilitas pinjaman marjinal di 2,40%.

Harga Emas Global Bergerak Sejalan dengan Pelemahan terhadap Dolar AS

Sejalan dengan pergerakan terhadap euro, harga emas dalam denominasi dolar AS juga mengalami tekanan. Harga emas spot tercatat turun 0,5% dan bergerak ke level US$ 4.317,14 per troy ons. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar global merespons kebijakan ECB secara relatif seragam, tanpa memicu lonjakan volatilitas.

Pelaku pasar memandang keputusan ECB sebagai sinyal kehati-hatian, terutama karena bank sentral tersebut belum memberikan panduan kebijakan yang tegas untuk tahun 2026. Meski demikian, ECB mengisyaratkan potensi peningkatan tekanan inflasi dalam beberapa tahun ke depan.

ECB Memproyeksikan Inflasi Zona Euro Bergerak Moderat

Dalam proyeksinya, Bank Sentral Eropa memperkirakan inflasi utama zona euro akan berada di rata-rata 2,1% pada sisa tahun 2025. Selanjutnya, inflasi diproyeksikan melemah menjadi 1,9% pada 2026 dan 1,8% pada 2027, sebelum kembali ke level 2,0% pada 2028.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak mencakup energi dan pangan diperkirakan mencapai 2,4% pada 2025, kemudian turun menjadi 2,2% pada 2026, 1,9% pada 2027, dan kembali ke 2,0% pada 2028. ECB menilai revisi naik inflasi 2026 terutama dipicu oleh perlambatan penurunan inflasi sektor jasa.

Bank Sentral Eropa Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Tetap Stabil

Selain inflasi, ECB juga menyampaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi kawasan euro. Bank sentral memperkirakan produk domestik bruto zona euro tumbuh 1,4% pada sisa 2025, kemudian 1,2% pada 2026, dan kembali menguat ke 1,4% pada 2027.

Prospek pertumbuhan yang relatif stabil ini membuat pasar emas bergerak hati-hati. Investor memilih menunggu arah kebijakan moneter selanjutnya sebelum mengambil posisi yang lebih agresif di pasar logam mulia.

Previous Post Next Post