Harga Emas di Pasar Spot Kian Tertekan Perang di Iran
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Spot Turun karena Konflik AS-Israel-Iran Tekan Pasar

Harga emas di pasar spot jatuh pada Jumat, 13 Maret 2026, akibat meningkatnya ketegangan perang AS-Israel-Iran yang menahan harga minyak di atas US$100 per barel dan mendorong tekanan inflasi global. Penurunan ini menempatkan emas pada jalur penurunan mingguan kedua, dengan harga spot turun 1,2% menjadi US$5.019,68 per ons pada pukul 16:04 di New York.
Perang di Timur Tengah Dorong Kenaikan Harga Minyak dan Inflasi
Presiden Donald Trump menyatakan AS meningkatkan serangan terhadap Iran ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, mengganggu aliran energi dan pasar global. Kondisi ini memicu kenaikan harga minyak dan gas secara signifikan, yang meningkatkan risiko inflasi. Barbara Lambrecht, analis di Commerzbank Research, menilai harga emas gagal memanfaatkan krisis geopolitik untuk naik.
Data Ekonomi AS Tambah Tekanan pada Logam Mulia
Data pengeluaran konsumen AS menunjukkan pertumbuhan ekonomi lebih lemah dari perkiraan, sehingga pengeluaran hampir stagnan pada Januari. Sementara itu, sentimen konsumen menurun karena kekhawatiran terhadap dampak harga bensin akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat pasar meragukan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat, menekan logam mulia yang tidak menghasilkan bunga.
Meski Turun, Emas Batangan Tetap Stabil di Atas US$5.000
Meski harga spot turun, emas batangan masih mencatat kenaikan sekitar 16% sepanjang tahun ini dan tetap di atas ambang US$5.000 per ons. Para investor diminta terus memantau perkembangan geopolitik dan harga energi untuk menentukan strategi investasi yang tepat.
