Ramalan Arah Gerak Harga Emas di Pasar Spot Hari Ini, Rabu 11 Maret
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Spot Menguat 0,21 Persen pada Rabu 11 Maret 2026

Pasar emas global mencatat penguatan pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, ketika harga emas spot naik 0,21 persen menjadi US$5.202,71 per troy ounce pada pukul 11.02 WIB. Kenaikan ini terjadi di tengah pelemahan dolar AS dan fluktuasi harga minyak yang memengaruhi sentimen investor secara signifikan.
Analis Dupoin Futures Menilai Emas Masih Berada dalam Tren Bullish
Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures, menyatakan pergerakan emas tetap berada dalam tren bullish. Pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan momentum kenaikan masih kuat dalam jangka pendek. Jika tekanan beli terus berlanjut, harga emas berpotensi menguji resistance di level US$5.231 per troy ounce. Sebaliknya, koreksi bisa mendorong harga turun ke support sekitar US$5.126 per troy ounce.
Gejolak Energi dan Konflik Timur Tengah Dorong Volatilitas Emas
Harga emas mendapat dorongan fundamental setelah International Energy Agency (IEA) mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah, melebihi 182 juta barel, untuk menstabilkan pasokan global akibat konflik di Timur Tengah. Sementara itu, perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-12, dengan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hampir terhenti. Kondisi ini meningkatkan minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven.
Penguatan Dolar dan Pasar Saham Menekan Harga Emas Sementara
Meskipun emas menguat, Direktur strategi komoditas BNP Paribas SA, David Wilson, mencatat harga sempat tertekan karena penguatan dolar AS dan pelemahan pasar saham Amerika. Beberapa investor menjual emas untuk memenuhi margin call di pasar ekuitas, sehingga menimbulkan tekanan jangka pendek pada logam mulia.
Data Ekonomi AS dan Ketegangan Geopolitik Memberikan Sinyal Beragam
Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pemulihan sektor properti dan tenaga kerja, dengan penjualan rumah naik 1,7 persen pada Februari dan ADP mencatat kenaikan 15,5 ribu pekerjaan. Namun, ketegangan geopolitik dan potensi gangguan ekspor minyak dari Iran tetap menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke emas. Selain itu, pasar menantikan data inflasi CPI AS untuk Februari, yang dapat memengaruhi arah dolar dan harga emas ke depan.
