Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi, Pemangkasan The Fed Kian Kuat
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Dunia Mencetak Rekor Tertinggi pada Senin 22 Desember 2025

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed Mengangkat Harga Emas
JAKARTA — Harga emas dunia mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Pasar merespons kuat ekspektasi lanjutan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat yang mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset lindung nilai. Penguatan ini menegaskan posisi emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pada pagi hari, harga emas melonjak 0,97 persen ke level US$ 4.380,92 per ons troi. Di awal perdagangan, logam mulia ini sempat menyentuh level tertinggi baru di US$ 4.385,04 per ons troi, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada 20 Oktober 2025. Pergerakan tersebut memperpanjang reli emas yang sudah berlangsung sepanjang tahun.
Pelemahan Dolar dan Kebijakan The Fed Memperkuat Reli Emas
Kenaikan harga emas terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pekan lalu. Kebijakan tersebut memicu spekulasi bahwa arah pelonggaran moneter masih akan berlanjut pada periode berikutnya. Seiring dengan itu, dolar AS melemah sehingga meningkatkan daya tarik emas bagi investor global.
Sebagai aset lindung nilai tradisional, emas terus menarik minat di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan ekonomi. Sepanjang 2025, harga emas telah melonjak sekitar 67 persen secara tahunan. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional maupun bank sentral yang agresif menambah cadangan emas.
Ketegangan Global dan Pembelian Bank Sentral Menopang Harga
Selain faktor kebijakan moneter, ketegangan geopolitik dan perdagangan global turut menopang reli harga emas. Konflik regional yang belum mereda mendorong investor mencari aset aman untuk menjaga stabilitas portofolio. Pada saat yang sama, bank sentral dari berbagai negara terus meningkatkan pembelian emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa.
Kombinasi harapan suku bunga yang lebih rendah, permintaan safe haven yang kuat, serta kondisi geopolitik yang belum stabil menjaga sentimen positif terhadap emas. Dengan dukungan faktor fundamental tersebut, pasar menilai peluang harga emas untuk bertahan di level tinggi masih terbuka hingga akhir tahun.
