Reli Emas Terhenti saat Dolar Menguat dan Harga Minyak Bergejolak
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Reli Emas Terhenti Saat Dolar Menguat dan Harga Minyak Bergejolak

Harga emas menurun pada perdagangan Rabu, 11 Maret 2026, setelah dolar Amerika Serikat menguat dan harga minyak mengalami volatilitas tinggi akibat konflik di Timur Tengah. Kenaikan dolar dan gejolak energi menahan momentum penguatan logam mulia yang sempat meningkat beberapa pekan terakhir.
Dolar AS Menguat Setelah Gedung Putih Klarifikasi Pengawalan Kapal Minyak
Dolar AS kembali menguat setelah Gedung Putih menegaskan tidak akan mengawal kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, membantah pernyataan sebelumnya dari Menteri Energi AS Chris Wright. Pernyataan resmi ini memengaruhi sentimen pasar energi global, di mana Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi pengiriman minyak dan gas alam dunia.
Konflik Timur Tengah Memicu Gejolak Harga Minyak dan Inflasi
Konflik di Timur Tengah terus mengganggu produksi minyak mentah, sementara AS dan Israel melancarkan serangan intensif terhadap Iran. Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek menyatakan bahwa harga minyak yang masih tinggi dapat menekan inflasi, tetapi tidak menghalangi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga tahun ini. Kondisi ini memberi tekanan pada pasar emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Investor Menahan Aksi di Tengah Ketidakpastian Geopolitik
Sebelum Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal perang dengan Iran dapat berakhir, investor memperkirakan suku bunga tinggi akan bertahan, sehingga memunculkan sentimen negatif bagi emas. Meskipun demikian, harga emas spot tercatat naik 1,1 persen menjadi US$5.194,54 per ons pada pukul 16.50 waktu New York, sementara perak naik 1,7 persen dan platinum menguat, sedangkan palladium melemah. Ketegangan geopolitik tetap mendorong permintaan aset safe haven, meski kepemilikan emas pada exchange-traded fund (ETF) turun hampir 30 ton pekan lalu, mencatat aksi jual mingguan terbesar dalam lebih dari dua tahun.
Prospek Emas Masih Positif di Tengah Gejolak Global
Volatilitas minyak dan penguatan dolar menahan reli emas, tetapi logam mulia tetap menarik bagi investor sebagai instrumen lindung nilai. Meskipun momentum kenaikan tertahan, permintaan terhadap emas sebagai aset aman diprediksi tetap tinggi seiring ketidakpastian geopolitik dan dinamika ekonomi global yang fluktuatif.
