Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Januari Dibanderol Rp2,261 Juta, Buyback Rp2,470 Juta per Gram
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Perhiasan Melonjak pada 21 Januari 2026 dan Mengerek Harga Jual hingga Rp2,47 Juta per Gram

Pedagang emas menaikkan harga perhiasan seiring penguatan pasar logam mulia
Jakarta — Harga emas perhiasan di pasar domestik melonjak pada Rabu, 21 Januari 2026, mengikuti tren penguatan emas global dan meningkatnya minat masyarakat terhadap aset lindung nilai. Kenaikan ini tercermin dari banderol harga emas perhiasan 24 karat yang dipasarkan sejumlah platform ritel emas nasional dengan level harga tertinggi mendekati Rp2,5 juta per gram.
Di Rajaemas, harga emas perhiasan kadar 24 karat dipatok Rp2.470.000 per gram. Kenaikan tersebut melanjutkan tren positif harga emas perhiasan sejak awal pekan, sejalan dengan reli harga emas batangan di pasar internasional. Sementara itu, emas perhiasan kadar rendah juga ikut mengalami penyesuaian harga, dengan kadar 5 karat dijual di kisaran Rp441.000 per gram.
Platform ritel emas menyesuaikan harga di seluruh kadar karat
Rajaemas menyesuaikan harga di hampir seluruh kadar emas perhiasan, mulai dari 24 karat hingga 5 karat. Untuk emas kadar 23 karat, harga tercatat Rp2.024.000 per gram, sedangkan kadar 22 karat berada di level Rp1.936.000 per gram. Penyesuaian berlanjut secara bertahap hingga emas 10 karat yang dipasarkan di kisaran Rp880.000 per gram, mencerminkan konsistensi kenaikan harga lintas kadar.
Penyesuaian serupa juga dilakukan Lakuemas. Platform ini menjual emas perhiasan 24 karat dengan kemurnian 99% di harga Rp2.261.000 per gram. Harga emas perhiasan 23 karat di Lakuemas berada di level Rp2.024.000 per gram, sementara kadar 21 karat dijual Rp1.851.000 per gram. Untuk kadar 9 karat, harga tercatat Rp783.000 per gram.
Penguatan harga emas mendorong minat beli dan transaksi buyback
Kenaikan harga emas perhiasan turut mendorong aktivitas buyback di pasar ritel. Di tengah lonjakan harga jual, pelaku pasar memanfaatkan momentum untuk melepas emas perhiasan dengan harga lebih tinggi dibandingkan pekan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat peran emas perhiasan tidak hanya sebagai produk fesyen, tetapi juga sebagai instrumen penyimpan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.
Pelaku industri menilai pergerakan harga emas perhiasan masih berpotensi fluktuatif dalam waktu dekat, mengikuti dinamika harga emas dunia dan pergerakan nilai tukar rupiah. Namun, tren permintaan dinilai tetap solid, terutama dari konsumen yang menjadikan emas sebagai proteksi nilai jangka menengah hingga panjang.
