Kiamat Datang! Harga Emas Ambruk 3%, Perak Jeblok 16% dalam 24 Jam

Harga Emas dan Perak Ambruk Dalam 24 Jam karena Dolar Menguat

emas

Emas Turun 3,13% dan Perak Merosot Hampir 14% pada Perdagangan Kamis

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dan perak mengalami penurunan tajam pada Kamis (5/2/2026), dengan emas turun 3,13% ke US$4.860,58 per troy ons dan perak jatuh hampir 14%. Penurunan ini menjadi yang terburuk sejak Desember 2025. Penguatan dolar AS menjadi faktor utama di balik anjloknya harga logam mulia, yang memicu likuidasi aset oleh investor.

Harga Emas Spot Terus Melemah pada Perdagangan Jumat

Hingga Jumat (6/2/2026) pukul 06.35 WIB, harga emas dunia di pasar spot turun 1,17% ke US$4.750 per troy ons. Penurunan ini menyusul reli singkat emas dalam dua hari sebelumnya yang sempat menahan harga di atas US$4.900 per troy ons. Volatilitas tinggi dan penguatan pasar dolar membuat investor menutup posisi logam mulia, meskipun fundamental pasar tetap stabil.

Dolar Menguat dan Pasar Saham Melemah Dorong Tekanan pada Logam Mulia

Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,32% ke level 97,93, menandai kenaikan dua hari berturut-turut dan posisi tertinggi dalam dua minggu. Sementara itu, pasar saham AS ikut melemah, dengan S&P 500 turun ke level terendah hampir dua minggu dan Nasdaq anjlok ke posisi terendah lebih dari dua bulan. Tekanan ini memaksa sebagian investor menghadapi margin call dan menutup posisi emas serta perak.

Geopolitik dan Ketidakpastian Pasar Memperburuk Volatilitas

Ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian. Rusia dan Ukraina menyepakati pertukaran tahanan besar-besaran, sementara Presiden AS Donald Trump melakukan pembicaraan positif dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping meski isu Taiwan tetap sensitif. Selain itu, investor juga menantikan pembicaraan AS-Iran di Oman. Volatilitas ini membuat logam mulia rentan terhadap koreksi besar, khususnya perak yang diperkirakan dapat bergerak antara US$75-US$80 per troy ons hingga tahun depan dengan potensi pemulihan ke US$90.

Previous Post Next Post