Pergerakan Harga Emas Hari Ini Selasa, 3 Februari 2026 di Pasar Spot
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Menguat Tajam dan Pulih dari Koreksi Dalam di Pasar Spot
Harga emas kembali menguat pada Selasa (3/2/2026) dan memangkas sebagian besar kerugian setelah mengalami tekanan jual tajam dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Pemulihan ini menandai kembalinya minat beli investor global di tengah volatilitas pasar yang masih tinggi dan ketidakpastian geopolitik yang berlanjut.
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot menguat 3,77% ke level US$4.836,91 per troy ounce pada awal perdagangan pagi. Penguatan juga terjadi pada emas berjangka Comex Amerika Serikat yang naik 3,65% ke US$4.822,6 per troy ounce. Sejalan dengan emas, harga perak turut melonjak 7,23% ke US$82,58 per troy ounce.
Investor Global Kembali Masuk Setelah Aksi Jual Ekstrem
Pemulihan harga terjadi setelah emas sempat anjlok hampir 13% dalam dua hari, mencatatkan koreksi terdalam dalam lebih dari satu dekade. Penurunan tersebut terjadi setelah reli cepat yang membawa harga emas ke rekor tertinggi bulan lalu, sebuah lonjakan yang bahkan mengejutkan pelaku pasar berpengalaman.
Reli sebelumnya didorong oleh kekhawatiran geopolitik global, pelemahan nilai mata uang, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Aksi beli spekulatif, terutama dari investor China, mempercepat kenaikan harga sebelum berbalik arah ketika dolar AS menguat tajam pada akhir pekan.
Pembelian Investor China Topang Pemulihan Harga
Keputusan investor China untuk kembali membeli emas saat harga terkoreksi menjadi faktor penting yang menopang pemulihan pasar. Selama akhir pekan, pembeli memadati pusat perdagangan emas terbesar di Shenzhen untuk memborong perhiasan dan emas batangan menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Pasar keuangan China dijadwalkan tutup lebih dari sepekan mulai 16 Februari.
Sejumlah bank global tetap optimistis terhadap prospek emas. Deutsche Bank AG mempertahankan proyeksi harga emas berpotensi mencapai US$6.000 per troy ounce. Sementara itu, analis Société Générale menilai risiko kenaikan harga emas sepanjang tahun masih lebih dominan dibandingkan potensi penurunan, meski volatilitas jangka pendek tetap tinggi.
Analis Nilai Fundamental Emas Tetap Kuat
Analis menilai tekanan jual sebelumnya lebih disebabkan oleh aksi deleveraging dan penyesuaian posisi pasar, bukan perubahan fundamental. Emas sempat mencatat penurunan harian terdalam sejak awal 1980-an, sementara perak runtuh hingga 30%. Kondisi tersebut dipicu oleh sentimen penguatan dolar AS setelah pengumuman politik terkait arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Dengan faktor fundamental yang dinilai masih solid, pelaku pasar memperkirakan harga emas akan bergerak fluktuatif namun tetap berada dalam tren penguatan secara bertahap dalam jangka menengah.
