Harga Emas Menguat Tersengat Perundingan Nuklir AS–Iran
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Menguat 3,9% Terangkat Perundingan Nuklir AS–Iran

Harga Emas Spot Melonjak Akibat Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS
Jakarta — Harga emas spot naik 3,9% menjadi US$4.954,92 per ons pada Jumat lalu, sementara kontrak berjangka AS April menutup perdagangan 1,8% lebih tinggi di US$4.979,80. Pelemahan dolar AS sekaligus pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran mendorong investor kembali menempatkan modalnya pada logam mulia. Para pedagang tetap waspada menjelang kenaikan margin CME Group dan rilis data ekonomi AS pekan depan.
CME Group Naikkan Margin dan Pengaruhnya pada Fluktuasi Harga Emas
CME Group menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka emas dan perak Comex untuk ketiga kalinya dalam dua minggu terakhir. Kenaikan deposit awal ini meningkatkan biaya mempertahankan posisi perdagangan sehingga mengurangi likuiditas dan memicu fluktuasi harga yang lebih tajam. Banyak investor menjual emas untuk menutupi panggilan margin akibat aksi jual di pasar yang lebih luas sebelumnya, di saat dolar menguat dan logam mulia sempat merosot.
Pembicaraan Nuklir AS–Iran Memicu Minat Investor Emas
Menteri Luar Negeri Iran menyebut pembicaraan nuklir dengan Amerika Serikat melalui Oman sebagai mediator sebagai “awal yang baik” dan menandakan dialog akan berlanjut. Investor menanggapi kabar ini sebagai premi risiko aktif, sehingga mendorong aksi beli yang optimis. Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, menyatakan bahwa pasar melihat adanya peluang membeli emas dalam situasi yang menguntungkan.
Pasar Fisik Menunjukkan Dinamika Berbeda di India dan China
Di India, premi emas turun drastis dari lonjakan minggu lalu sehingga membuat pembeli menahan diri. Sementara di China, permintaan mulai pulih menjelang Tahun Baru Imlek setelah harga merosot dari rekor tertingginya. Secara makro, para analis Reuters menilai kondisi masih menguntungkan bagi emas, dengan target harga median tahun 2026 berada di US$4.746,50 per ons. Ketegangan geopolitik dan pembelian bank sentral tetap menjadi pendorong utama harga emas.
Trader Waspadai Dampak Margin dan Data Ekonomi AS
Menjelang pekan depan, para trader mempersiapkan diri menghadapi dampak margin CME yang lebih tinggi serta rilis data pekerjaan pada 11 Februari dan CPI pada 13 Februari. Jika selera risiko investor tetap tinggi, atau ketegangan AS–Iran mereda, harga emas dapat turun kembali karena posisi leverage yang menimbulkan volatilitas tinggi.
