Harga Emas Bangkit Tak Terbendung Jelang Akhir Tahun

Harga Emas Dunia Melanjutkan Reli Kuat Menjelang Akhir Tahun

Emas Antam (ANTM). (Foto: Antara)

Pasar Global Mendorong Harga Emas Menembus Rekor Baru

JAKARTA — Harga emas dunia melanjutkan reli penguatan pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025, dan menegaskan momentum positif menjelang penutupan tahun. Berdasarkan pantauan dari laman Kitco, harga emas menguat 1,73 persen dan bergerak ke level US$4.413 per troy ons pada pagi hari. Kenaikan ini sekaligus membawa harga emas melampaui rekor tertinggi sebelumnya yang tercatat pada Oktober 2025 di kisaran US$4.381 per troy ons.

Pergerakan tersebut menandai fase baru reli emas yang terus menarik minat investor global. Dorongan permintaan terhadap aset lindung nilai semakin kuat seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik di berbagai kawasan. Kondisi ini membuat emas kembali menjadi instrumen utama untuk menjaga nilai aset menjelang akhir tahun.

Analis Memproyeksikan Harga Emas Terus Naik hingga US$4.470

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan reli harga emas masih akan berlanjut hingga penghujung 2025. Ia memperkirakan harga emas dunia berpeluang menembus level US$4.470 per troy ons sebelum tahun berakhir. Dalam keterangannya di Jakarta pada Senin, 22 Desember 2025, Ibrahim menegaskan indikator teknikal dan fundamental masih mendukung pergerakan naik logam mulia.

Ia menjelaskan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga bank sentral Amerika Serikat menjadi pendorong utama reli emas. Pernyataan para gubernur bank sentral AS yang terus membuka ruang pelonggaran kebijakan moneter mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berbunga dan beralih ke emas. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di internal bank sentral, pasar menilai kecenderungan kebijakan tetap mengarah pada pemangkasan suku bunga.

Ketegangan Geopolitik Global Memperkuat Daya Tarik Emas

Selain faktor moneter, eskalasi geopolitik global turut memperkuat daya tarik emas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat seiring tekanan politik terhadap pemerintahan Presiden Nicolas Maduro. Di kawasan Eropa Timur, perbedaan pandangan antara Rusia dan Ukraina terkait wilayah konflik kembali memicu kekhawatiran pasar.

Situasi serupa juga terjadi di Timur Tengah setelah laporan rencana Israel untuk meluncurkan operasi militer baru terhadap Iran. Sementara itu, di Asia Timur, langkah Amerika Serikat memberikan bantuan persenjataan kepada Taiwan meningkatkan potensi ketegangan dengan China. Rangkaian perkembangan ini mendorong investor global mencari aset aman dan menopang reli harga emas.

Previous Post Next Post