Harga Emas Dunia 12 Februari 2026 Redup Imbas Laporan Tenaga Kerja AS
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Dunia Turun pada 12 Februari 2026 Setelah Data Tenaga Kerja AS Menguat

Harga emas dunia melemah pada Kamis, 12 Februari 2026, setelah laporan tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan hasil yang solid dan menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga. Data yang kuat tersebut mendorong pelaku pasar menilai bahwa bank sentral belum akan segera melonggarkan kebijakan moneternya.
Mengutip laporan Bloomberg, harga emas batangan turun ke kisaran US$5.060 per ons pada awal perdagangan. Di pasar spot, emas terkoreksi 0,4 persen menjadi US$5.061,81 per ons pada pukul 07.15 waktu Singapura, setelah sebelumnya sempat naik 1,2 persen pada sesi terdahulu.
Selain emas, logam mulia lain juga terkoreksi. Harga perak merosot 1,1 persen menjadi US$83,38 per ons, sementara platinum dan paladium turut mencatatkan penurunan. Pada saat yang sama, Indeks Spot Dolar Bloomberg ditutup melemah 0,1 persen pada sesi sebelumnya.
Data Ketenagakerjaan AS Mendorong The Fed Tahan Suku Bunga
Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat memperlihatkan jumlah pekerjaan meningkat paling besar dalam lebih dari satu tahun pada Januari 2026. Tingkat pengangguran juga turun di luar perkiraan, menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil di awal tahun.
Kondisi tersebut memperkuat sikap pejabat Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Pelaku pasar pun mulai menggeser proyeksi pemangkasan suku bunga berikutnya dari Juni menjadi Juli.
Kebijakan suku bunga yang bertahan lebih lama pada level tinggi biasanya membebani harga emas. Logam mulia tidak menawarkan imbal hasil bunga, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga meningkat atau bertahan tinggi.
Meski demikian, pergerakan emas tetap dipengaruhi dinamika global dan sentimen pasar yang terus berubah. Investor kini menunggu data ekonomi lanjutan dari Amerika Serikat untuk mendapatkan arah yang lebih jelas terkait kebijakan moneter dan prospek harga emas ke depan.
