Kabar Gembira! Harga Emas Antam Naik Mendekati Rp3 Juta/Gram

Harga Emas Antam Melonjak dan Kembali Mendekati Rp3 Juta per Gram

Suasana aktivitas jual beli emas dan perhiasan di Cikini Gold Center, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Kenaikan Harga di Butik LM Graha Dipta Dorong Emas Antam Nyaris Sentuh Rp3 Juta

Jakarta, Indonesia – Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk atau emas Antam Logam Mulia terus menguat pada perdagangan Sabtu, 14 Februari 2026. Lonjakan harga ini membuat posisi emas batangan semakin dekat ke level psikologis Rp3 juta per gram.

Berdasarkan data dari situs resmi logammulia.com pada pukul 08.17 WIB, butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta membanderol emas Antam ukuran 1 gram di harga Rp2.954.000 per batang. Harga tersebut naik Rp50.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Kenaikan ini mempertegas tren penguatan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Dengan selisih tipis menuju Rp3 juta per gram, pelaku pasar kembali mencermati potensi lanjutan kenaikan harga dalam waktu dekat.

Harga Buyback Ikut Naik Seiring Penguatan Pasar Global

Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga bergerak naik. Pada hari yang sama, harga buyback tercatat di level Rp2.751.000 per gram atau meningkat Rp53.000 dari posisi sebelumnya.

Penguatan harga emas domestik terjadi setelah harga emas global melonjak lebih dari 2% pada perdagangan akhir pekan. Data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memicu optimisme pasar terhadap peluang penurunan suku bunga Federal Reserve tahun ini.

Indeks Harga Konsumen AS tercatat naik 0,2% pada Januari, lebih rendah dari ekspektasi ekonom sebesar 0,3%. Angka tersebut juga berada di bawah inflasi Desember 2025 yang mencapai 0,3%. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa bank sentral AS akan mulai memangkas suku bunga.

Pelaku pasar kini memperkirakan total penurunan suku bunga sebesar 63 basis poin sepanjang tahun 2026, dengan potensi pemangkasan pertama pada Juli. Ekspektasi tersebut mendorong minat investor terhadap emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan cenderung menguat saat suku bunga bergerak lebih rendah.

Previous Post