BERITA POPULER: Harga Emas Antam (ANTM) Meledak hingga Bocoran Saham Cuan 2026

Harga Emas Antam Meledak dan Rekomendasi Saham Cuan 2026 Menarik Perhatian Investor

Ilustrasi harga emas Antam (ANTM). (Investor Daily/David Gita Roza)

Investor.id Menghimpun Berita Pasar Terpopuler Hingga Akhir Pekan

JAKARTA — Investor.id kembali merangkum sejumlah berita pasar yang paling banyak dibaca hingga Minggu, 21 Desember 2025. Berbagai informasi seputar lonjakan harga emas Antam, proyeksi saham unggulan, hingga arah indeks harga saham gabungan menjadi perhatian utama investor di tengah volatilitas pasar akhir tahun.

Sebagai media ekonomi dan investasi, Investor.id mencatat minat pembaca terus meningkat terhadap berita yang memberikan gambaran peluang dan risiko investasi menjelang 2026.

Harga Emas Antam Meningkat Tajam dan Memicu Minat Beli

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatat kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir. Selama periode 15–20 Desember 2025, harga emas Antam melonjak secara kumulatif sebesar Rp 29.000 dan memperpanjang tren positif logam mulia di pasar domestik.

Kenaikan tersebut turut diikuti oleh peningkatan harga buyback emas Antam pada Sabtu, 20 Desember 2025. Kondisi ini mendorong minat investor ritel untuk kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Analis Memprediksi Harga Emas Antam Bergerak Fluktuatif

Pengamat pasar komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas Antam akan bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, 22 Desember 2025. Ia menilai peluang kenaikan masih terbuka, namun pasar tetap perlu mengantisipasi potensi koreksi jangka pendek.

Meski demikian, tren mingguan harga emas Antam tetap menunjukkan penguatan yang solid dan mencerminkan sentimen positif investor terhadap aset safe haven.

Sekuritas Menetapkan Target IHSG 2026 di Level Tinggi

BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target indeks harga saham gabungan hingga akhir 2026 di level 9.440. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan laba per saham sebesar 8 persen dan valuasi price to earnings ratio di kisaran 14,2 kali.

Dalam proyeksi tersebut, sejumlah saham unggulan seperti BBCA hingga AADI masuk dalam daftar belanja strategis untuk jangka menengah hingga panjang.

Saham Konglomerasi Tetap Menarik di Tengah Penguatan IHSG

Analis BRI Danareksa Sekuritas juga menilai saham milik konglomerat masih berpotensi mencuri perhatian pasar pada 2026. Sepanjang tahun berjalan hingga 17 Desember 2025, kenaikan IHSG sebesar 23 persen telah mendorong kapitalisasi pasar mencapai Rp 15.873 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 2.432 triliun berasal dari saham bertema konglomerasi dan indeks, yang mencatat kenaikan sekitar 50 persen secara year to date.

Analis Menyarankan Strategi Selektif Saat IHSG Diuji

Memasuki awal pekan, analis memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji area 8.500–8.550. Sejumlah sekuritas menyarankan investor untuk fokus pada saham-saham pilihan seperti ANTM hingga BMRI guna memaksimalkan peluang cuan di tengah pergerakan pasar yang dinamis.

Previous Post Next Post