Bikin Deg-Degan, Ini Ramalan Terbaru Harga Emas Usai Drama Menegangkan
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Rebound ke US$5.021 pada 9 Februari 2026 di Tengah Ketegangan AS-Iran dan Gejolak Pasar

Harga emas dunia bangkit setelah sempat anjlok tajam pada pekan sebelumnya. Pada perdagangan Senin, 9 Februari 2026 hingga pukul 06.30 WIB, harga emas spot menguat 1,23% ke level US$5.021,49 per troy ons. Sebelumnya pada Jumat, 6 Februari 2026, emas melonjak 3,99% ke US$4.960,39 per troy ons setelah sempat terpuruk hingga US$4.654,29 dalam perdagangan intraday.
Kenaikan ini terjadi ketika pasar saham global melemah dan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran masih berlangsung. Investor kembali memburu aset aman untuk meredam risiko di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan di pasar ekuitas.
Analis OANDA Memproyeksikan Emas Bergerak Fluktuatif di Rentang US$4.400–US$5.169
Analis pasar senior OANDA, Kelvin Wong, melihat permintaan aset lindung nilai mulai muncul meski pelaku pasar tetap berhati-hati setelah aksi jual besar sebelumnya. Ia memproyeksikan harga emas akan bergerak sangat volatil dalam jangka pendek, dengan level resistensi utama di US$5.169 per troy ons dan dukungan kuat di kisaran US$4.400 per troy ons.
Di saat yang sama, dolar AS bertahan dekat level tertinggi dua pekan setelah Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya. Penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil Treasury membatasi ruang kenaikan emas karena meningkatkan opportunity cost kepemilikan logam mulia.
Iran dan AS juga memulai negosiasi penting di Oman terkait program nuklir Teheran. Perkembangan ini menjaga ketidakpastian geopolitik tetap tinggi dan mendorong minat terhadap emas.
CME Group Menaikkan Margin dan Memicu Penyesuaian Pasar Berjangka
CME Group menaikkan persyaratan margin kontrak berjangka emas dan perak untuk ketiga kalinya dalam dua pekan terakhir. Margin awal dan pemeliharaan untuk COMEX 100 Gold Futures naik menjadi 9% dari sebelumnya 8% untuk akun non-HRP. Sementara itu, margin COMEX 5000 Silver Futures meningkat menjadi 18% dari 15%. Kebijakan tersebut berlaku setelah penutupan perdagangan 6 Februari 2026.
Langkah ini menyusul perubahan metodologi margin sejak 13 Januari yang berbasis persentase nilai kontrak. Kenaikan margin mengurangi partisipasi trader dengan leverage tinggi dan membuat pasar lebih tipis namun relatif stabil.
Pasar Menunggu Konfirmasi Arah Emas Menuju US$5.100 atau Koreksi ke US$4.400
Emas kini memasuki fase konsolidasi setelah sebelumnya jatuh hampir 4% dalam sehari dan sempat merosot dari rekor US$5.600 ke area US$4.400 per troy ons. Saat ini harga bertahan di sekitar US$4.968 hingga kembali menembus US$5.000.
Secara teknikal, rebound dari area US$4.718 menunjukkan potensi terbentuknya dasar jangka pendek. Indikator RSI juga kembali ke area netral setelah sempat berada di wilayah oversold.
J.P. Morgan memproyeksikan harga emas dapat melampaui US$6.000 per troy ons pada akhir tahun. Namun dalam jangka pendek, penembusan tegas di atas US$5.100 diperlukan untuk membuka jalan menuju US$5.245. Sebaliknya, penutupan harian di bawah US$4.700 berpotensi memicu koreksi lebih dalam menuju US$4.400 per troy ons.
