Harga Emas Melemah Dua Hari Beruntun, Inflasi AS dan Lonjakan Minyak Jadi Sentimen
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Melemah Dua Hari Berturut-turut Karena Inflasi AS dan Lonjakan Minyak

Harga emas menurun selama dua hari berturut-turut pada Kamis, 12 Maret 2026, setelah data inflasi Amerika Serikat menurunkan ekspektasi penurunan suku bunga. Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah turut menambah tekanan terhadap logam mulia tersebut, memicu volatilitas pasar.
Emas Spot Turun di Tengah Penguatan Dolar dan Kekhawatiran Inflasi
Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot sempat anjlok hingga 1% pada awal perdagangan sebelum berada di level US$5.132,76 per ons pada pukul 08.05 waktu Singapura. Pelemahan ini mengikuti koreksi 0,3% pada sesi sebelumnya. Meskipun inflasi inti AS awal tahun relatif terkendali, kekhawatiran tekanan inflasi ke depan menekan peluang Federal Reserve memangkas suku bunga, sementara indeks dolar AS menguat 0,3%, menekan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Analis Menilai Pelemahan Emas Hanya Jeda Sementara
Hebe Chen, analis Vantage Markets, menilai penurunan emas saat ini hanya jeda sementara, bukan perubahan tren jangka panjang. Chen menjelaskan ekspektasi tekanan harga yang kembali meningkat mendorong penguatan dolar dan menunda potensi pelonggaran suku bunga The Fed. Hal ini membuat emas sementara tersisih di pasar yang biasanya menampung satu aset safe haven sekaligus.
Konflik Timur Tengah Memicu Lonjakan Harga Minyak
Konflik di Timur Tengah memasuki hari ke-13, mengganggu produksi dan pengolahan minyak. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mendorong harga minyak mentah melonjak. Upaya negara maju melepas cadangan strategis terbesar, termasuk rencana Pemerintah AS melepas 172 juta barel, belum mampu menahan kenaikan harga minyak. Kenaikan suku bunga yang diperkirakan semakin memperburuk tekanan pada emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga.
Perdagangan Emas Tetap Menjadi Safe Haven Meskipun Volatilitas Tinggi
Investor tetap memanfaatkan emas sebagai sumber likuiditas untuk menopang portofolio. Sejak akhir Februari, volume emas yang dipegang ETF sempat turun, tetapi arus masuk dana kembali muncul pada Selasa setelah penurunan besar pekan sebelumnya. Sepanjang tahun ini, harga emas tetap mencatat kenaikan hampir 20%, menguat sebagai aset lindung nilai di tengah ketegangan geopolitik. Logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami koreksi, sementara Bloomberg Dollar Spot Index menguat sekitar 0,2%.
