Harga Buyback Emas Antam Rekor Baru 8 Kali hingga Rabu (21/1)

Harga Buyback Emas Antam Mencetak Rekor Kedelapan dan Menyentuh Rp2,612 Juta per Gram pada 21 Januari 2026

Karyawan menunjukkan emas logam mulia di Butik Emas Antam di Jakarta, Rabu (29/10/2025)./JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Antam terus memecahkan rekor buyback emas sepanjang Januari 2026

Jakarta — Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi pada Rabu, 21 Januari 2026. Berdasarkan data Logam Mulia, Antam menaikkan harga buyback emas sebesar Rp34.000 menjadi Rp2.612.000 per gram. Kenaikan ini menandai rekor all time high terbaru sekaligus menjadi rekor kedelapan yang tercatat sepanjang Januari 2026.

Pencapaian tersebut menunjukkan tren penguatan berkelanjutan harga emas, seiring meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Antam menerapkan harga buyback yang sama untuk seluruh pecahan dan tahun produksi emas batangan, sehingga pergerakan harga sepenuhnya mengikuti dinamika pasar emas dunia.

Ketegangan geopolitik global mendorong reli harga emas dunia

Kenaikan harga buyback emas Antam berjalan seiring dengan lonjakan harga emas global yang dipicu meningkatnya tensi geopolitik. Kepala Strategi Valuta Asing Global Union Bancaire Privee SA, Peter Kinsella, menilai dunia telah memasuki fase nasionalisme sumber daya di antara kekuatan besar global. Kondisi tersebut mendorong investor beralih ke emas karena mata uang dinilai tidak selalu efektif sebagai instrumen lindung nilai geopolitik.

Krisis Greenland yang muncul setelah manuver Amerika Serikat di Venezuela memperkuat reli harga emas internasional. Selain itu, tekanan politik terhadap Federal Reserve turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap independensi bank sentral Amerika Serikat, sehingga memperkuat minat investor pada emas sepanjang awal 2026.

Analis melihat konflik geopolitik memperkuat sentimen safe haven emas

Analis Saxo Bank A/S Ole Hansen menilai konflik Greenland menjadi katalis baru bagi reli harga emas yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Menurutnya, kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik menciptakan lingkungan yang semakin tidak nyaman bagi investor yang hanya mengandalkan aset keuangan konvensional.

Investor global juga mencermati agenda Mahkamah Agung Amerika Serikat yang akan membahas upaya pemberhentian Gubernur Federal Reserve Lisa Cook pada Rabu waktu setempat. Putusan tersebut dinilai berpotensi menjadi penentu keberlanjutan independensi bank sentral dan arah pergerakan harga emas selanjutnya.

Lonjakan harga emas global menopang rekor buyback emas Antam

Sebelumnya, harga emas dunia kembali mencetak rekor pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan menembus level di atas US$4.700 per ons. Mengutip Reuters, harga emas spot menguat sekitar 2% ke level US$4.757,33 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melonjak 3,7% ke US$4.765,80 per ons. Pada saat yang sama, harga perak juga mencetak rekor baru dengan menembus US$95 per ons.

Kondisi tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset lindung nilai utama dan menjadi faktor utama di balik berlanjutnya rekor harga buyback emas Antam di pasar domestik.

Previous Post Next Post