Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Rabu 4 Februari 2026
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Buyback Emas Antam Turun di Pegadaian pada Rabu 4 Februari 2026

Harga buyback emas Antam di Pegadaian kembali melemah pada Rabu, 4 Februari 2026. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi harga logam mulia setelah pergerakan fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data resmi Pegadaian, harga buyback emas Antam ukuran 1 gram turun Rp26.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya, sehingga berada di level Rp2.722.000 per gram.
Koreksi harga buyback ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang masih dipengaruhi aksi ambil untung investor setelah mencetak rekor tertinggi. Kondisi pasar yang cenderung berhati-hati membuat harga emas domestik ikut menyesuaikan, meskipun minat masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai tetap terjaga.
Pegadaian Menyesuaikan Harga Buyback Berbagai Ukuran Emas
Penurunan harga buyback tidak hanya terjadi pada emas Antam ukuran 1 gram. Untuk ukuran 0,5 gram, Pegadaian menetapkan harga buyback sebesar Rp1.361.000. Sementara itu, emas Antam ukuran 2 gram tercatat memiliki nilai buyback Rp5.445.000.
Pada kategori menengah, emas Antam ukuran 5 gram dibanderol dengan harga buyback Rp13.613.000. Adapun emas 10 gram memiliki harga buyback Rp27.227.000. Penyesuaian harga ini mencerminkan dinamika pasar emas yang masih bergerak volatil di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Harga Buyback Emas Antam Ukuran Besar Ikut Terkoreksi
Untuk emas Antam berukuran besar, Pegadaian juga menyesuaikan harga buyback sejalan dengan penurunan harga emas secara keseluruhan. Emas Antam ukuran 50 gram tercatat memiliki harga buyback Rp135.468.000, sedangkan ukuran 100 gram berada di level Rp270.936.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran 500 gram memiliki harga buyback Rp1.348.010.000. Untuk ukuran terbesar, yakni 1.000 gram atau 1 kilogram, Pegadaian menetapkan harga buyback sebesar Rp2.696.021.000.
Pelaku pasar menilai pergerakan harga emas saat ini masih dipengaruhi sentimen global, termasuk arah kebijakan moneter dan perkembangan geopolitik. Meski harga buyback mengalami penurunan, emas tetap dipandang sebagai instrumen investasi jangka panjang yang relatif aman di tengah ketidakpastian.
