Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp285.000 Sabtu (31/1)
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp285.000 pada Akhir Januari 2026
Penurunan harga emas global menyeret buyback emas Antam ke level Rp2,654 juta per gram
Harga buyback emas Antam jatuh tajam pada Sabtu (31/1/2026) dan mencatat penurunan harian hingga Rp285.000. Data Logam Mulia menunjukkan harga buyback emas Antam turun ke level Rp2.654.000 per gram, jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat menyentuh Rp2.989.000 per gram pada 29 Januari 2026.
Koreksi tersebut menandai tekanan kuat di pasar emas domestik yang mengikuti pergerakan harga emas global. Pelemahan terjadi seiring aksi jual besar-besaran logam mulia di pasar internasional dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.
Mekanisme buyback Antam mengikuti fluktuasi harga emas dunia
Harga buyback emas Antam menjadi acuan resmi PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) dalam transaksi pembelian kembali emas batangan ukuran 1 gram. Skema buyback memungkinkan pemilik emas menjual kembali logam mulia maupun perhiasan ke Antam dengan harga yang umumnya lebih rendah dari harga jual.
Meski demikian, transaksi buyback tetap berpotensi memberikan keuntungan apabila selisih antara harga beli dan harga jual cukup lebar. Penurunan harga buyback kali ini mencerminkan respons langsung pasar domestik terhadap dinamika global yang bergerak cepat.
Ketentuan pajak buyback emas tetap berlaku bagi transaksi besar
Pemerintah tetap memberlakukan ketentuan pajak dalam transaksi buyback emas. Berdasarkan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan emas batangan ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% untuk non-NPWP.
Antam langsung memotong PPh 22 dari total nilai buyback sehingga investor menerima hasil bersih setelah pajak. Ketentuan ini perlu diperhitungkan investor, terutama saat volatilitas harga emas meningkat tajam.
Aksi jual global menjatuhkan harga emas ke bawah US$5.000 per ons
Tekanan pada buyback emas Antam tidak terlepas dari kejatuhan harga emas dunia. Harga emas global anjlok tajam pada Sabtu (31/1/2026) setelah sebelumnya mencetak reli panjang hingga rekor tertinggi sepanjang masa.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 06.45 WIB, harga emas spot merosot 481,01 poin atau 8,95% ke posisi US$4.894,23 per troy ounce. Sementara itu, emas berjangka Comex jatuh lebih dalam sebesar 609,7 poin atau 11,39% ke level US$4.745 per troy ounce. Koreksi tersebut tercatat sebagai penurunan intraday terdalam dalam lebih dari 40 tahun terakhir.
Penguatan dolar AS memperparah tekanan di pasar logam mulia
Gelombang aksi jual juga menekan logam mulia lain. Harga perak anjlok hingga 36% dalam satu sesi perdagangan, sedangkan harga tembaga terkoreksi 3,4% di London Metal Exchange.
Pelaku pasar menilai penguatan dolar AS menjadi pemicu utama kejatuhan harga logam mulia. Dolar menguat setelah muncul kabar bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve menggantikan Jerome Powell.
Investor memandang Warsh sebagai figur dengan sikap keras terhadap inflasi. Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar.
Volatilitas tinggi membuka risiko lanjutan di pasar emas domestik
Tekanan global yang masih berlangsung membuka potensi volatilitas lanjutan pada harga emas domestik, termasuk harga buyback Antam. Pergerakan harga emas dalam jangka pendek diperkirakan tetap sensitif terhadap perkembangan kebijakan moneter AS, arah dolar, serta sentimen pasar keuangan global.
Investor dan pelaku pasar diimbau mencermati risiko fluktuasi harga sebelum melakukan transaksi beli maupun jual emas dalam waktu dekat.
