Harga Buyback Emas Antam Naik 8,05% hingga Senin (6/4)
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Buyback Emas Antam Menguat 8,05 Persen hingga 6 April 2026 Meski Turun dari Rekor Tertinggi
Harga buyback emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat kenaikan 8,05 persen sepanjang tahun berjalan hingga Senin, 6 April 2026. Di Jakarta, data Logam Mulia menunjukkan harga buyback berada di level Rp2.550.000 per gram setelah turun Rp27.000 pada hari tersebut.
Penurunan harian ini membuat posisi harga semakin menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat mencapai Rp2.989.000 per gram pada akhir Januari 2026. Meski demikian, kinerja sepanjang tahun tetap menunjukkan tren penguatan yang solid.
Antam mencatat penurunan harian buyback seiring koreksi harga emas global
Antam mencatat penurunan harga buyback yang mengikuti pergerakan harga emas global. Pada saat yang sama, harga emas spot terkoreksi 0,52 persen ke level US$4.651,97 per troy ounce pada pukul 11.00 WIB.
Pergerakan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara harga domestik dan pasar internasional. Ketika harga emas global melemah, harga buyback di dalam negeri juga cenderung ikut tertekan.
Analis menilai penguatan dolar AS dan suku bunga tinggi menekan harga emas
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai arus dana global saat ini lebih banyak mengalir ke dolar Amerika Serikat dibandingkan emas. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, investor menganggap dolar sebagai aset lindung nilai yang lebih menarik.
Selain itu, kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan oleh Federal Reserve turut menekan daya tarik emas. Instrumen berbunga dinilai lebih menguntungkan karena memberikan imbal hasil, sedangkan emas tidak menghasilkan yield.
Geraldo menegaskan bahwa kondisi tersebut membatasi ruang kenaikan harga emas selama tren penguatan dolar masih berlangsung.
Analis melihat sinyal teknikal menunjukkan tekanan jual masih dominan
Secara teknikal, harga emas menunjukkan tanda pelemahan lanjutan. Pergerakan harga gagal mempertahankan tren naik dan mulai membentuk pola lower high yang mengindikasikan tekanan jual masih kuat di pasar.
Selain itu, level resistance terlihat cukup kuat menahan kenaikan harga. Sementara itu, area support terus diuji oleh pergerakan harga yang cenderung menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini memperkuat indikasi bahwa pasar emas masih berada dalam fase koreksi.
Analis memproyeksikan harga emas berpotensi turun ke kisaran US$4.550
Dalam jangka pendek, analis memproyeksikan harga emas berpotensi turun menuju area support di kisaran US$4.550. Jika tekanan berlanjut, harga bahkan dapat melemah lebih dalam mendekati level US$4.480.
Meski demikian, peluang rebound tetap terbuka apabila terjadi perubahan sentimen pasar. Namun, kenaikan diperkirakan terbatas di rentang US$4.600 hingga US$4.642 sehingga belum mampu mengubah tren utama.
Pemerintah mengenakan pajak buyback emas sesuai ketentuan yang berlaku
Pemerintah tetap mengenakan pajak atas transaksi buyback emas sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.10/2017. Penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP.
Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback. Dengan demikian, investor perlu memperhitungkan beban pajak dalam setiap keputusan penjualan emas.
