Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 24 Januari 2026: Lagi-Lagi Cetak Rekor Tertinggi
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Buyback Emas Antam Kembali Mencetak Rekor Tertinggi pada 24 Januari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1071004/original/007517600_1448870952-20151130-Harga-Emas-Kembali-Buyback-AY1.jpg)
Harga buyback emas batangan PT Aneka Tambang Tbk kembali mencetak rekor tertinggi pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga emas domestik seiring lonjakan harga logam mulia di pasar global. Antam menetapkan harga buyback emas di level Rp 2.204.000 per gram, naik Rp 21.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pada hari yang sama, harga jual emas Antam juga mengalami kenaikan. Emas batangan 24 karat ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.887.000 setelah naik Rp 7.000. Sebelumnya, harga emas Antam berada di level Rp 2.880.000 per gram. Lonjakan ini terjadi setelah harga emas sempat melonjak Rp 90.000 dalam beberapa hari terakhir.
Antam Menyesuaikan Harga Emas Batangan di Seluruh Ukuran
Antam menyesuaikan harga emas batangan untuk seluruh ukuran yang tersedia. Emas ukuran 0,5 gram dijual Rp 1.493.500, sementara ukuran 2 gram dipatok Rp 5.714.000. Untuk ukuran menengah, emas 5 gram dibanderol Rp 14.210.000 dan ukuran 10 gram dijual Rp 28.365.000.
Pada ukuran besar, harga emas 25 gram mencapai Rp 70.787.000 dan ukuran 50 gram berada di level Rp 141.495.000. Sementara itu, emas ukuran 100 gram dijual Rp 282.912.000, ukuran 250 gram Rp 707.015.000, ukuran 500 gram Rp 1.413.820.000, dan ukuran 1.000 gram mencapai Rp 2.827.600.000. Seluruh harga tersebut berlaku untuk pengambilan di Gedung Antam dan bersumber dari situs resmi Logam Mulia.
Lonjakan Harga Emas Global Mendorong Kenaikan di Dalam Negeri
Kenaikan harga emas Antam terjadi seiring lonjakan harga emas dunia yang terus mencetak rekor. Harga emas spot naik 0,8 persen ke level USD 4.976,49 per ons dan sempat menyentuh rekor tertinggi USD 4.988,17 per ons. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari juga naik 1,3 persen menjadi USD 4.978,60 per ons.
Di saat yang sama, harga perak melonjak 4,5 persen hingga menembus USD 100,49 per ons untuk pertama kalinya. Kenaikan ini dipicu meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik global serta ekspektasi penurunan suku bunga Amerika Serikat.
Sejak awal 2026, pembelian emas oleh bank sentral, pergeseran dari dolar AS, serta ketidakpastian kebijakan moneter global terus mendorong reli harga emas. Kondisi ini memperkuat peran emas sebagai aset lindung nilai utama dalam portofolio investasi jangka menengah dan panjang.
