Harga Buyback Emas Antam Naik 16,14% hingga Hari Ini Rabu (11/2)

Harga Buyback Emas Antam Naik 16,14 Persen hingga 11 Februari 2026

Warga mengantre pemesanan emas Antam di Butik Emas Logan Mulia Antam Pulogadung, Jakarta, Selasa (15/4/2025). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Harga buyback emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. terus mencatatkan kenaikan sepanjang 2026 hingga Rabu, 11 Februari 2026. Data Logam Mulia menunjukkan harga pembelian kembali emas Antam terkoreksi Rp7.000 ke level Rp2.741.000 per gram pada hari ini, namun secara akumulatif tetap naik 16,14 persen sejak awal tahun.

Meski mencatatkan kenaikan tahunan yang signifikan, pergerakan harga buyback masih bergerak sideways sejak awal Februari. Harga acuan pembelian kembali oleh emiten berkode ANTM tersebut bertahan di kisaran Rp2.700.000 per gram dan belum menembus level baru.

Buyback emas merupakan transaksi penjualan kembali emas batangan atau logam mulia kepada Antam. Umumnya, harga buyback berada di bawah harga jual. Namun investor tetap dapat memperoleh keuntungan apabila selisih antara harga beli awal dan harga buyback cukup lebar.

Harga Emas Global Menguat dan Dorong Optimisme Pasar

Di pasar internasional, harga emas bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu. Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot naik 0,34 persen menjadi US$5.042,49 per troy ons pada pukul 06.18 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas Comex April 2026 di Amerika Serikat menguat 0,47 persen ke posisi US$5.054,4 per troy ons.

Sebelumnya, harga emas sempat berfluktuasi di sekitar level psikologis US$5.000 setelah terkoreksi sekitar 10 persen sejak menyentuh rekor tertinggi pada 29 Januari 2026. Kendati demikian, logam mulia tersebut masih membukukan kinerja positif sepanjang tahun berjalan.

Sejumlah faktor fundamental terus menopang prospek emas. Ketegangan geopolitik, pembelian masif oleh bank sentral, serta ekspektasi suku bunga rendah masih menjadi pendorong utama. Bank sentral China bahkan memperpanjang aksi pembelian emas hingga 15 bulan berturut-turut pada Januari.

Kepala Investasi Manajemen Kekayaan Global UBS Group AG, Mark Haefele, menilai volatilitas terbaru sempat memunculkan keraguan terhadap fungsi emas sebagai lindung nilai. Namun UBS tetap memperkirakan tren penguatan harga emas akan berlanjut.

Optimisme serupa juga datang dari Deutsche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc. yang melihat permintaan resmi tetap solid. Selain itu, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada rilis data ekonomi Amerika Serikat yang akan memberi sinyal arah kebijakan moneter The Fed.

Sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Antam memotong pajak tersebut langsung dari total nilai transaksi buyback.

Previous Post Next Post