Mengapa Emas Naik Saat Suku Bunga Tinggi? Begini Penjelasannya

Emas Terus Menguat Meskipun Suku Bunga Tinggi

Pluang

Bank Sentral Timur Serap Penjualan Emas dari Investor Barat

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas dunia terus mencatat kenaikan signifikan meskipun suku bunga tinggi tetap dipertahankan. Pada penutupan perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (6/2/2026), harga emas global naik ke posisi US$4.960,39 per troy ons. Fenomena ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.

Secara historis, kenaikan suku bunga riil biasanya menekan harga emas karena investor memilih aset berbunga seperti obligasi pemerintah AS. Namun sejak 2022, korelasi ini mulai terputus. Emas bahkan mencetak rekor tertinggi meski The Fed mempertahankan suku bunga tinggi, sebuah kondisi yang disebut analis Wall Street sebagai “The Great Decoupling”.

Perubahan pasar ini muncul karena permintaan emas tidak lagi dominan oleh investor ETF negara-negara Barat. Data menunjukkan bahwa bank sentral negara-negara Timur justru menyerap penjualan tersebut. Mereka membeli emas untuk tujuan strategis dan diversifikasi geopolitik, tanpa mempedulikan imbal hasil obligasi. Dalam 30 bulan terakhir, akumulasi emas bank sentral mencapai lebih dari 2.300 ton, menciptakan tekanan beli yang kuat dan menopang harga emas.

Pasar saat ini memasuki fase Secular Bull Market, yaitu tren jangka panjang yang didorong oleh perubahan fundamental. Faktor pendorongnya termasuk hilangnya kepercayaan terhadap utang AS, weaponisasi dolar melalui sanksi, dan kebangkitan sistem perdagangan non-dolar seperti BRICS. Dalam kondisi ini, indikator teknikal jenuh beli tidak lagi efektif, sehingga strategi Trend Following dan membeli saat harga turun menjadi lebih relevan dibanding strategi Mean Reversion.

Analis memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.700 pada 2026. Investor dianjurkan untuk menyesuaikan strategi dengan fokus pada Price Action, arus dana, dan peran bank sentral. Strategi ini dapat dikombinasikan dengan saham tambang untuk leverage dan USD Yield untuk memanfaatkan suku bunga tinggi, menciptakan peluang keuntungan ganda bagi investor di ekosistem digital seperti Pluang.

Previous Post Next Post