Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp149.000 Hari Ini Jumat (6/2)

Buyback Emas Antam Turun Rp149.000 pada 6 Februari 2026

Karyawan menunjukkan emas logam mulia di Butik Emas Antam di Jakarta, Rabu (29/10/2025)./JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Pegadaian Catat Penurunan Harga Buyback Emas Antam

Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) mencatat penurunan harga buyback emas pada Jumat, 6 Februari 2026. Harga buyback emas Antam ukuran 1 gram turun Rp149.000 menjadi Rp2.571.000, menjauh dari rekor tertinggi Rp2.989.000 yang dicapai pada Januari 2026. Penurunan ini mengikuti tren harga emas global yang sempat mengalami fluktuasi dan koreksi setelah reli pada awal tahun.

Buyback Emas Menjadi Pilihan Strategis Bagi Investor

Harga buyback emas Antam menjadi acuan transaksi penjualan kembali emas batangan, logam mulia, maupun perhiasan. Meskipun harga buyback biasanya lebih rendah dibanding harga jual, transaksi ini tetap memberikan keuntungan bila terdapat selisih signifikan antara harga jual dan harga buyback. PT Antam mengenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP atas transaksi buyback di atas Rp10 juta, yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Fluktuasi Harga Buyback Dipengaruhi Pergerakan Emas Global

Harga buyback Antam mengikuti pergerakan harga emas global. Harga emas spot naik 1,2 persen ke US$5.022,61 per ons pada perdagangan pagi hari di Singapura, setelah pulih sebagian dari kerugian dua sesi sebelumnya. Perak juga naik 2,3 persen ke US$90,20 per ons. Lonjakan harga emas pada Januari didorong oleh momentum spekulatif, gejolak geopolitik, dan kekhawatiran tentang kebijakan independensi Federal Reserve. Meski terjadi penurunan tajam, analis menilai fundamental harga emas tetap kuat dan beberapa bank global memperkirakan harga emas masih berpotensi naik hingga US$6.000 per ons.

Investor Pantau Kebijakan The Fed dan Suku Bunga

Investor kini memusatkan perhatian pada kebijakan The Fed dan calon ketua baru, Kevin Warsh. Pernyataan terkait suku bunga menjadi faktor penting bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Lingkungan suku bunga rendah mendorong investor mengalihkan aset ke emas, menjaga permintaan tetap stabil meski terjadi koreksi harga jangka pendek.

Previous Post Next Post