Harga Emas Anjlok Saat Lebaran 2026, Segini Cuan Jual
- Ratna Dewi
- 0
- Posted on
Harga Emas Anjlok Saat Lebaran 2026, Investor Awal Tahun Masih Kantongi Cuan
Harga Emas Global Melanjutkan Tren Penurunan hingga Akhir Pekan
Harga emas di pasar global terus melemah hingga memasuki akhir pekan yang bertepatan dengan Lebaran 2026. Berdasarkan data Bloomberg pada Sabtu, 21 Maret 2026, harga emas spot turun 3,1% ke level US$4.508,96 pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat.
Penurunan ini memperpanjang tren koreksi menjadi delapan sesi berturut-turut. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan yang masih kuat di pasar logam mulia dalam jangka pendek.
Harga Buyback Emas Antam Turun dan Mengikuti Pergerakan Global
Di dalam negeri, harga buyback emas Antam ikut mengalami penurunan. Data Logam Mulia mencatat harga buyback turun Rp55.000 menjadi Rp2.610.000 per gram pada Jumat, 20 Maret 2026.
Pergerakan harga buyback ini sejalan dengan tren harga emas global yang sedang melemah. Nilai buyback sendiri menjadi acuan bagi investor yang ingin menjual kembali emas mereka.
Investor Pembeli Awal Tahun Masih Mendapatkan Keuntungan
Meskipun harga emas tengah terkoreksi, investor yang membeli emas pada awal 2026 masih berpeluang meraih keuntungan. Pada awal tahun ini, harga emas Antam ukuran 1 gram berada di level Rp2.504.000.
Dengan posisi harga buyback saat ini, investor masih menikmati selisih positif dari harga beli. Bahkan, pembeli emas sejak awal 2025 mencatat keuntungan lebih besar karena saat itu harga emas berada di kisaran Rp1,524 juta per gram.
Kenaikan Suku Bunga dan Dolar AS Menekan Harga Emas
Tekanan terhadap harga emas tidak terlepas dari kondisi global, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan penguatan dolar AS. Kedua faktor ini mendorong investor beralih ke aset yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
Selain itu, aksi jual emas juga terjadi karena investor berupaya menutup kerugian di instrumen lain. Arus keluar dari exchange-traded fund berbasis emas turut memperkuat tekanan terhadap harga.
Analis Meminta Investor Waspada terhadap Volatilitas Tinggi
Mantan trader JPMorgan, Robert Gottlieb, mengingatkan bahwa volatilitas harga emas masih berada pada level tinggi. Ia menilai investor sebaiknya tidak terburu-buru membeli saat harga turun.
Menurutnya, tekanan jual masih berpotensi berlanjut selama harga belum menunjukkan stabilitas. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga secara lebih hati-hati.
Kebijakan The Fed Menahan Suku Bunga Membatasi Penguatan Emas
Di sisi lain, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dalam pertemuan terakhirnya. Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan hanya akan dilakukan jika inflasi benar-benar menunjukkan penurunan.
Kebijakan ini membuat emas kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil. Meski demikian, secara tahunan harga emas masih mencatat kenaikan sekitar 8% dan sempat menyentuh rekor mendekati US$5.600 per ons pada akhir Januari 2026.
