Harga Emas Menguat Usai Trump Isyaratkan Perang Timur Tengah Segera Berakhir

Harga Emas Menguat Setelah Trump Sinyalkan Akhir Konflik Timur Tengah

Logam mulia Emasku yang diproduksi oleh PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA)./dok. HRTA

Harga emas melonjak setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan konflik di Timur Tengah berpotensi segera berakhir. Pernyataan ini menekan nilai dolar AS dan harga minyak, memicu pergerakan positif pada logam mulia.

Trump Tekankan Penyelesaian Konflik Mengurangi Tekanan Pasar

Trump memberi sinyal perang di kawasan Timur Tengah akan selesai dalam waktu dekat, mendorong pasar bereaksi positif. Harga emas di pasar spot naik 0,65% menjadi US$5.171,76 per troy ounce, sementara emas Comex menguat 1,59% ke level US$5.185,40. Logam mulia sempat menembus US$5.180 per troy ounce, menutup koreksi sesi sebelumnya. Pernyataan Trump juga melemahkan indeks dolar AS hingga 0,1%, memperkuat sentimen beli emas.

Penurunan Harga Minyak Redakan Kekhawatiran Inflasi

Sinyal AS untuk mengakhiri perang dengan Iran menurunkan tekanan yang sebelumnya mendorong harga minyak naik. Harga minyak mentah jatuh lebih dari 10% akibat volatilitas pasar. Penutupan Selat Hormuz dan serangan rudal Iran sempat menaikkan harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi global. Kini, pasar merespons penurunan tekanan tersebut dengan menguatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.

Pelaku Pasar Manfaatkan Koreksi untuk Aksi Beli

Meskipun perdagangan tetap bergejolak, sebagian investor memanfaatkan koreksi harga untuk membeli emas fisik secara over-the-counter. Ahli strategi komoditas senior TD Securities, Daniel Ghali, mencatat kepemilikan emas sempat tertekan akibat ekspektasi pemangkasan suku bunga yang menurun. Namun, minat beli di pasar fisik menunjukkan investor tetap menganggap emas sebagai aset lindung nilai.

Trump Pastikan Pengawalan Kapal di Selat Hormuz

Trump menegaskan Angkatan Laut AS akan mengawal kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dunia. Meski tidak merinci waktu penyelesaian konflik, pernyataan ini menahan tekanan terhadap emas dan mendorong harga logam mulia naik sekitar 20% sepanjang tahun 2026. Kebijakan perdagangan agresif dan dinamika geopolitik semakin memperkuat permintaan terhadap emas.

Previous Post Next Post